Faisal Basri

Foto:

Faisal Basri


Nama Lengkap : Faisal Basri

Alias : Faisal Batubara

Profesi : Ekonom

Tempat Lahir : Bandung, Jawa Barat

Tanggal Lahir : Jumat, 6 November 1959

Zodiac : Scorpion

Warga Negara : Indonesia


No Relation
BIOGRAFI
Faisal Batubara atau yang lebih dikenal dengan nama Faisal Basri adalah seorang ekonom dan politikus asal Indonesia. Faisal Basri lahir di Bandung tanggal 6 November 1959. Nama belakangnya, Basri diambil dari nama ayahnya, Hasan Basri Batubara, sebagai salah satu bentuk penghargaan kepada ayahnya. Pria berdarah Batak yang juga merupakan salah seorang keponakan dari mendiang Wakil Presiden RI Adam Malik ini turut menjadi salah satu pendiri Mara (Majelis Amanah Rakyat) yang nantinya akan berkembang menjadi Partai Amanat Nasional hingga akhirnya dia dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal yang pertama dan pasca Kongres I di Yogyakarta dipercayakan sebagai salah satu Ketua.

Selengkapnya

Kirim ke teman
  • Kirim copy ke email saya

    • Kirim ke



ARSIP BERITA
  • Sabtu, 11 Juli 2020 07:41:49 Ada Virus Corona, Anggaran Gemuk Kemhan Jadi Sorotan

    Ekonom Senior Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri mengkritisi adanya anggaran gemuk di tubuh Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Ironisnya, dia menilai realokasi anggaran kementerian milik Prabowo Subianto itu terbilang irit dibandingkan kementerian/lembaga lainnya.

  • Jumat, 10 Juli 2020 22:14:54 Kritik Faisal Basri: Ekonomi Sangat Bergantung Pada Penanganan Pandemi

    Ekonom Senior Faisal Basri mengkritik sikap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang lebih mementingkan penanganan ekonomi ketimbang pandemi Covid-19. Padahal, menurutnya, ekonomi juga dapat terselamatkan jika pemerintah telah memitigasi penyebaran pandemi.

  • Jumat, 10 Juli 2020 21:57:07 Virus Corona Ancam Indonesia Kehilangan Status Negara Menengah Atas

    Ekonom Senior Faisal Basri menyoroti keberhasilan Indonesia naik kelas menjadi negara berpendapatan menengah atas (upper middle income). Dia juga mengkritisi beberapa pihak yang merayakan keberhasilan tersebut di tengah situasi pandemi virus corona (Covid-19).

  • Jumat, 10 Juli 2020 21:46:02 Faisal Basri Sentil Pengadaan Bansos Sembako Corona Tak Berdayakan UMKM

    Faisal Basri, menyarankan bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19 diberikan dalam bentuk uang ketimbang sembako. Dia menilai pemberian bansos dalam bentuk makanan atau sembako tak memberikan manfaat bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta pasar tradisional.

  • Rabu, 10 Juni 2020 17:06:35 Faisal Basri Dorong Pemerintah Miliki Rencana Jangka Panjang Pemulihan Ekonomi

    Ekonom Senior Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Faisal Basri, menilai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tidak mencerminkan pemulihan ekonomi jangka panjang. Oleh karena itu, dia menyarankan pemerintah memfokuskan PEN pada yang paling terdampak saja.

  • Kamis, 4 Juni 2020 06:00:00 Fakta Terbaru Langkah Berutang Pemerintah Jokowi Demi Tangkal Dampak Corona

    Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin memutuskan untuk melebarkan defisit dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 5,07 persen dalam 3 tahun atau sampai 2022. Penerbitan surat utang Indonesia sendiri dilakukan untuk menambah jumlah pembiayaan penanganan Covid-19.

  • Senin, 1 Juni 2020 21:00:00 BUMN Disarankan Gandeng UMKM Redam Dampak Corona

    Ekonom Senior Universitas Indonesia, Faisal Basri, menyarankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bekerja sama dengan Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) untuk bersama-sama meredam dampak pandemi Virus Corona. Kerja sama tersebut nantinya akan menguntungkan dua pihak.

  • Senin, 1 Juni 2020 20:00:00 Bantuan Modal Negara Rp155 T Dicurigai Untuk BUMN Bayar Utang

    Ekonom Faisal Basri menjelaskan, dana talangan yang diberikan pemerintah kepada beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bisa dipastikan untuk bayar utang. Sebab BUMN-BUMN tersebut dinilai sudah tak memiliki kemampuan untuk membayar kewajibannya.

  • Senin, 1 Juni 2020 19:00:00 Utang Bengkak, Virus Corona, dan Rasio Pajak Terendah Sejak Era Orba

    Ekonom, Faisal Basri, angkat bicara mengenai upaya pemerintah untuk menangani pandemi Virus Corona dengan mengandalkan utang. Menurutnya, utang membengkak karena penerimaan negara dari perpajakan terus menurun dari tahun ke tahun. Hal tersebut pun seolah tak mendapat perhatian dari pemerintah.

  • Jumat, 24 April 2020 16:39:48 Faisal Basri: Ini Saatnya Masyarakat Nikmati Harga BBM Murah

    Paling tidak, pemerintah bisa mengambil keuntungan atau laba yang dinikmati oleh pom bensin, baik milik pemerintah maupun swasta untuk dijadikan tabungan. Sehingga, apabila harga minyak mentah dunia kembali naik, pemerintah tidak turut menaikkan harga BBM.

  • Jumat, 24 April 2020 16:21:30 Faisal Basri Soal IMF Prediksi Ekonomi Dunia Naik di 2021: Pemulihan Tak Secepat Itu

    Ekonom senior Faisal Basri mengkritik proyeksi International Monetary Fund (IMF) yang memprediksi laju pertumbuhan ekonomi akan membaik pada 2021. Menurutnya itu sulit terjadi lantaran butuh waktu yang tak sebentar untuk bisa pulih pasca penyebaran wabah virus corona (Covid-19).

  • Jumat, 24 April 2020 15:48:58 Penanganan Corona Kurang Tegas Bikin Ekonomi RI Sulit Diprediksi

    Ekonom senior Faisal Basri mengaku sulit memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa penyebaran wabah virus corona (Covid-19) saat ini. Itu lantaran ketidakjelasan aturan yang dibuat pemerintah dalam menangani pandemi ini.

  • Jumat, 24 April 2020 15:36:14 Penanganan Virus Corona Tak Jelas, Ekonomi RI Bisa Tumbuh Minus 2,5 Persen

    Faisal mengatakan, pertumbuhan ekonomi tersebut bisa terjadi akibat langkah pemerintah dalam penanganan Covid-19 bertele-tele. Apalagi banyak kebijakan yang dilakukan pemerintah tidak dilakukan secara koordinasi yang baik, atau berjalan secara sendiri-sendiri.

  • Jumat, 24 April 2020 15:24:37 Faisal Basri: Ekonomi Bisa Pulih Jika Penanganan Pandemi Dilakukan Serius

    Dia mengatakan, kehadiran wabah virus corona di Indonesia telah merenggut berbagai sektor, mulai dari sektor riil hingga keuangan. Akibatnya, ekonomi Indonesia lumpuh karena beberapa sektor tersebut tidak bisa bergerak lagi.

  • Rabu, 15 April 2020 20:18:33 Faisal Basri Sebut CSR Perusahaan Tambang Jadi Rebutan Politisi

    Dia menyebut, saat ini di dunia hanya Indonesia yang mewajibkan CSR bagi perusahaan. Padahal CSR perusahaan tambang tidak boleh bersifat wajib.

  • Rabu, 15 April 2020 16:42:30 RUU Minerba Dinilai Bikin Taipan Batubara Makin Kuasai Negara

    Ekonom Senior Faisal Basri menilai Revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (RUU Minerba) memberikan keringanan bagi pengusaha batubara nasional untuk memperbesar pemasukan uang untuk kantong perusahaan.

  • Jumat, 27 Maret 2020 21:53:17 Faisal Basri Usul Potong Gaji Pejabat untuk Biayai Penanganan Corona

    Tekanan pada perekonomian Indonesia membuat pemerintah bersiap merevisi total struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020, termasuk membuka opsi pelebaran defisit menjadi di atas 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

  • Jumat, 27 Maret 2020 20:09:25 Faisal Basri Usul Lockdown: Kita Pahit Jangka Pendek, tapi Ceria Jangka Panjang

    Faisal mengakui bahwa lockdown berdampak pada kemerosotan ekonomi bangsa, bahkan membuka ruang lebar untuk terjadinya resesi ekonomi.

  • Jumat, 27 Maret 2020 19:07:15 Faisal Basri Minta Jokowi Tunda Proyek Pembangunan Ibu Kota Baru

    Ini perlu ditunda karena Faisal khawatir adanya penurunan penerimaan pajak negara sepanjang 2019, yang hanya Rp1.332,1 triliun. Angka ini baru mencapai sekitar 84,4 persen dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar Rp1.577,6 triliun.

  • Kamis, 12 Maret 2020 17:36:47 Penanggungan PPh 21 Dinilai Kurang Efektif Redam Dampak Virus Corona

    Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri menilai, strategi ini tidak efektif. Menurutnya, seharusnya pemerintah memberi insentif bagi yang terdampak, seperti industri yang bahan bakunya masih impor.

Berita Selengkapnya

Foto Selengkapnya