Zakir Naik Dilarang Ceramah di Malaysia

Senin, 19 Agustus 2019 11:25 Reporter : Merdeka
Zakir Naik Dilarang Ceramah di Malaysia zakir naik. ©2019 thestar.com.my

Merdeka.com - Kepala Menteri (setara Gubernur) Melaka, Malaysia, Adly Zahari kemarin melarang tokoh agama Islam asal India, Zakir Naik untuk memberikan ceramah di wilayahnya. Adly mengatakan, larangan tersebut dilakukan untuk menghindari masalah yang berkaitan dengan hubungan antar ras.

"Kami ingin mempertahankan ini (kerukunan antar ras). Jadi, kami memutuskan untuk tidak mengizinkan Zakir mengadakan pembicaraan atau pertemuan di sini," ungkapnya seperti yang dikutip The Star pada Senin (19/8).

Tidak hanya di Melaka, Zakir Naik juga dilarang memberikan ceramah di enam negara bagian Malaysia lainnya yaitu Johor, Selangor, Penang, Kedah, Perlis, dan Sarawak. Larangan ceramah itu dikeluarkan menyusul pernyataan Naik yang menyarankan etnis China Malaysia diusir dari negara. Pernyataan kontroversial itu membawa Naik berurusan dengan pihak berwajib.

Kepolisian Bukit Aman, Malaysia menyelidiki Naik dengan Pasal 504 KUHP tentang penghinaan yang disengaja dengan maksud untuk memprovokasi. Sebelumnya, pihak kepolisian telah menerima 115 laporan atas komentar rasial yang diucapkan Naik saat memberikan ceramah di Kota Baru, Kelantan, Malaysia pekan lalu.

Direktur Jabatan Agama Islam Negeri Johor (JAIJ) atau departemen agama Johor, Datuk Md Rofiki A. Shamsudin mengatakan, pihaknya tidak pernah memberikan izin bagi Naik untuk memberikan ceramah di Johor. Padahal, menurutnya setiap pengkhotbah agama harus mengantongi izin dari JAIJ terlebih dulu, sebelum mengadakan pembicaraan keagamaan.

"(Izin) ini untuk memastikan bahwa para pengkhotbah ini tidak mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan dan akidah kita," tambahnya.

Menyusul pernyataan Rofiki, Wakil Kepala Menteri Penang I, Datuk Ahmad Zakiyuddin Abdul Rahman mengatakan hal senada. Ahmad menyebutkan, sejak enam bulan lalu wilayahnya telah mengeluarkan larangan bagi Zakir Naik untuk memberikan ceramah.

"Ketika Zakir mengunjungi kami, kami membahas beberapa hal, termasuk keinginannya untuk mengadakan pembicaraan di Penang, tapi kami segera mengatakan bahwa kami merasa apa pun yang ia ingin katakan tidak cocok untuk negara," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komite Urusan Agama di Kedah, datuk Dr Ismail Salleh menyatakan larangan memberikan ceramah tidak hanya ditujukan kepada Zakir Naik, namun siapa pun yang mengancam persatuan, kerukunan, dan keamanan negara.

"Kami tidak akan berkompromi pada apa pun yang akan membahayakan persatuan rakyat," tambahnya.

Diketahui, selain menyinggung etnis China Malaysia, Naik juga mengklaim bahwa orang India Malaysia lebih loyal kepada pemerintahan Narendra Modi (Perdana Menteri India) dibandingkan pemerintahan Malaysia.

Pernyataan Zakir Naik memicu amarah sebagian besar warga Malaysia. Menteri Dalam Negeri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin mengeluarkan peringatan bahwa tindakan akan diambil terhadap siapa pun yang mengganggu kerukunan dan ketertiban umum Malaysia.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Zakir Naik
  2. Malaysia
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini