Yordania Tuding Israel Langgar Kedaulatan karena Bangun Bandara Dekat Perbatasan

Selasa, 22 Januari 2019 14:23 Reporter : Hari Ariyanti
Yordania Tuding Israel Langgar Kedaulatan karena Bangun Bandara Dekat Perbatasan Angkatan Udara Israel. ©Reuters/Nir Elias

Merdeka.com - Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu meresmikan bandara baru di dekat perbatasan Yordania pada Senin (21/1) waktu setempat. Bandara internasional ini terletak di dekat kota resor Laut Merah Eilat, beberapa kilometer dari perbatasan Yordania.

Saat peresemian, Netanyahu datang dengan penerbangan pertama yang mendarat di bandara yang tampilannya berkilau karena didesain dengan dominan kaca.

"Bandara Ramon, ini Arkia 683, kami sangat bergembira," kata Netanyahu dari kokpit pesawat saat baru mendarat dan disambungkan ke menara untuk kemudian diperdengarkan dengan pengeras suara, dilansir dari Al Jazeera, Selasa (22/1).

Bandara baru tersebut diberi nama Ilan Ramon, mengambil nama astronot pertama Israel yang tewas dalam kecelakaan pesawat ulang-alik di Columbia. Saat ini, Bandara Ilan Ramon hanya akan melayani penerbangan domestik, yang dioperasikan maskapai penerbangan Israel, Arkia dan Israir. Ke depan, bandara ini direncanakan menjadi pangkalan pesawat jet besar dari seluruh dunia, termasuk berfungsi sebagai pangkalan udara darurat alternatif untuk bandara Ben-Gurion di Tel Aviv.

Televisi nasional Yordania, al-Mamlaka melaporkan pejabat pemerintah di Amman menyampaikan lokasi bandara baru Israel tersebut melanggar kedaulatan udara Kerajaan Yordania. Televisi Al-Mamlaka mengatakan pihak berwenang Yordania mengajukan komplain kepada badan-badan internasional atas bandara baru Israel, namun tanpa memberikan rincian lebih lanjut terkait komplain tersebut. Belum ada komentar resmi dari otoritas Yordania terkait laporan tersebut.

Tembok Anti-Roket

Bandara Ramon berada 18 kilometer dari Eilat, dan berdekatan dengan Pelabuhan Aqaba, Jordania. Situs bandara menyebutkan, bandara tersebut bisa melayani 2 juta penumpang setiap tahun. Namun jumlah penumpang ditargetkan menjadi 4,2 juta pada 2030. Operasional bandara baru menggantikan bandara kecil di Eilat, karena selama beberapa dekade pesawat yang melintas kerap menyambar menara hotel yang dilewatinya.

Situs itu menerangkan Bandara Ilan Ramon memiliki panjang landasan 3.600 meter dan apronnya mampu menampung sembilan pesawat dengan badan pesawat yang besar. Pembangunan bandara ini menghabiskan dana 1,7 miliar shekels atau USD 455 juta. Pembangunan dimulai pada 2013 tapi spesifikasi proyek ini direvisi untuk peningkatan kualitas pembangunan.

Otoritas Bandara Israel (IAA) mengatakan beberapa rencana pembangunan bandara ini telah diperbarui setelah Perang Gaza pada 2014.

"Dalam keadaan darurat, tidak hanya seluruh pesawat penumpang Israel dapat mendarat dan parkir di sana, tetapi juga pesawat tambahan," kata IAA.

Setelah Hamas menembakkan sebuah roket di Gaza dan mencapai dekat batas bandara Ben Gurion pada 2014, maskapai penerbangan internasional menangguhkan penerbangan, dalam beberapa kasus selama 24 jam. Media Israel mengatakan telah dibangun tembok anti roket setinggi 26 meter dan panjang 4,5 kilometer untuk melindungi Bandara Ilan Ramon. Namun IAA tak menanggapi soal tembok anti roket ini. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini