Yingluck Shinawatra divonis in absensia 5 tahun penjara karena korupsi

Rabu, 27 September 2017 16:27 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Yingluck Shinawatra divonis in absensia 5 tahun penjara karena korupsi pm thailand. ©REUTERS/Damir Sagolj

Merdeka.com - Mahkamah Agung Thailand menjatuhkan vonis lima tahun penjara terhadap mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra, karena korupsi proyek pembelian beras. Namun, putusan itu dibacakan secara in absensia karena Yingluck diduga kabur ke rumah kakaknya, Thaksin Shinawatra, di Dubai.

Dilansir dari laman Associated Press, Rabu (27/9), majelis hakim menyatakan Yingluck bersalah dalam kasus itu karena mengabaikan peringatan kalau bakal terjadi korupsi dalam proyek subsidi itu, dan dianggap melalaikan tugas.

Keberadaan Yingluck hingga hari ini masih menjadi misteri. Namun, Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha, kemarin mengaku tahu keberadaan perempuan itu. Hanya saja, dia enggan mengungkapnya hingga putusan selesai dibacakan.

Kuasa hukum Yingluck, Sommai Koosap, mengatakan dia belum mendengar kabar apapun sejak kliennya pergi dari Thailand. "Kami sudah melakukan yang terbaik. Kami berjuang sesuai koridor hukum. Hasil akhirnya kini tergantung pengadilan," kata Sommai, seperti dilansir dari laman Reuters.

Aparat Thailand sudah menggelar penyelidikan mengapa Yingluck bisa kabur. Tiga polisi diduga membantu adik mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, itu kabur ke luar negeri.

Yingluck dikudeta tiga tahun lalu. Konflik antara kaum elit konservatif dan orang-orang kaya Thailand dibantu militer, dengan dinasti Shinawatra, mewarnai politik Negeri Gajah Putih selama lebih dari satu dekade. Thaksin juga tersingkir dari puncak kekuasaan karena kudeta pada 2006.

Dinasti Shinawatra sangat populer di mata penduduk daerah pedesaan. Mereka adalah pemilih loyal dan membantu Thaksin serta Yingluck memenangkan pemilihan umum. Namun, mereka diduga korup.

Yingluck diduga korupsi dalam proyek pembelian beras dari petani dengan banderol di atas harga pasar. Namun, ujungnya mereka malah menimbun beras dan merusak harga di dunia. Namun, celah itu justru disambar oleh Vietnam yang kini menjadi eksportir beras nomor satu di dunia. Yingluck merasa tidak bersalah dan menuduh militer merekayasa kasus itu. Karena kebijakannya, pemerintah junta militer Thailand mengatakan negara merugi USD 8 juta.

Karena khawatir bakal dihukum berat, Yingluck konon kabur ke Dubai. Diduga, dia kini bersembunyi di rumah milik kakaknya, Thaksin Shinawatra, di kompleks Emirates Hills. Thaksin menetap di negara itu juga lari dari proses hukum perkara rasuah membelitnya. [ary]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini