Yayasan Bill Gates Sumbang Rp1,6 Triliun untuk Beli Pil Covid Bagi Negara Miskin

Kamis, 21 Oktober 2021 10:00 Reporter : Hari Ariyanti
Yayasan Bill Gates Sumbang Rp1,6 Triliun untuk Beli Pil Covid Bagi Negara Miskin molnupiravir. ©Twitter

Merdeka.com - Bill and Melinda Gates Foundation mengumumkan pada Rabu, pihaknya akan berusaha mempercepat pengadaan pil Covid-19 atau disebut obat anti virus molnupiravir, untuk negara-negara miskin. Yayasan ini berjanji akan menyiapkan dana awal sampai USD 120 juta atau sekitar Rp 1,6 triliun untuk mendorong delapan perusahaan obat generik yang telah menandatangani persetujuan lisensi dengan pengembang obat Merck untuk mulai memproduksi obat tersebut.

Molnupiravir dikembangkan dengan cepat oleh Merck dan Ridgeback Biotherapeutics, yang telah mengajukan izin otorisasi penggunaan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). Merck telah memproduksi obat tersebut dalam rangka antisipasi persetujuan dari FDA, yang akan diputuskan pada Desember.

Pemerintah AS juga telah melakukan prapembelian obat tersebut senilai USD 1,7 miliar atau sekitar Rp 23,9 triliun. Pil ini dalam uji klinis mengurangi setengah risiko rawat inap dan kematian karena virus corona bagi orang-orang berisiko tinggi yang meminumnya pada awal-awal infeksi.

Dikutip dari The New York Times, Kamis (21/10), selain memberikan lisensi kepada delapan perusahaan India untuk memproduksi versi generik molnupiravir, Merck sedang dalam pembahasan dengan Medicines Patent Pool, organisasi non profit yang didukung PBB, meningkatkan harapan obat ringan ini bisa diakses secara meluas di oleh negara-negara masih banyak warganya yang belum divaksinasi.

Proses persetujuan dan otorisasi obat seringkali memerlukan waktu satu tahun; yayasan Gates dan Unitaid, biro kesehatan global berbasis di Jenewa, telah bekerja berbulan-bulan - sejak pembicaraan dengan Merck mengindikasikan data awal efektivitas obat tersebut kuat - langkah yang bakal membuat proses bisa berlangsung secepat mungkin.

“Kami dapat menggunakan sumber daya yang tidak dapat diajukan oleh lembaga multilateral pada tahap ini, karena mereka terkendala menunggu persetujuan peraturan, untuk memberi insentif kepada produsen tersebut untuk memulai produksi sekarang, sehingga kami akan memiliki persediaan yang siap untuk didistribusikan jika dan setelah mendapat persetujuan,” jelas CEO Bill and Melinda Gates Foundation, Mark Suzman dalam sebuah wawancara.

Versi generik molnupiravir akan dievaluasi WHO dan menerima pre kualifikasi, stempel persetujuan badan global, yang akan mempebolehkan negara-negara mempercepat pembelian.

Suzman mengatakan, yayasannya juga mendanai penelitian bagaimana proses produksi molnupiravir bisa dilakukan dengan lebih murah dan lebih cepat.

Baca juga:
Penelitian: Vaksin Pfizer/BioNTech 93 Persen Efektif Lindungi Anak 12-18 Tahun
Rusia Laporkan Kasus Varian Covid-19 yang Lebih Menular dari Delta
Warga India Keberatan Ada Foto PM Narendra Modi di Sertifikat Vaksin Covid-19
40 Polisi Australia Dipecat karena Menolak Vaksin Covid-19
Mutasi Baru Virus Corona Varian Delta Terpantau dan Sedang Diteliti di Inggris
Rusia Liburkan Kantor Sepekan karena Kasus Kematian Covid Melonjak
[pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini