Xi Jinping Sebut China Harus Bersatu Kembali dengan Taiwan

Rabu, 2 Januari 2019 15:43 Reporter : Hari Ariyanti
Xi Jinping Sebut China Harus Bersatu Kembali dengan Taiwan Presiden China Xi Jinping. ©2013 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Presiden China, Xi Jinping menyampaikan negaranya dan Taiwan harus dipersatukan kembali. Xi juga menyerukan China dan Taiwan saling bekerja sama untuk mewujudkan tugas bersejarah penyatuan kembali kedua negara.

"China 'harus dan akan' dipersatukan kembali dengan Taiwan," kata Xi dikutip dari Straits Times, Rabu (2/1).

"Ini adalah kesimpulan historis yang diambil, selama 70 tahun pengembangan hubungan lintas selat. Selain itu, ini juga merupakan suatu keharusan bagi peremajaan bangsa Tiongkok di era baru," jelasnya.

Pernyataan ini disampaikan Xi saat menghadiri peringatan 40 tahun Pesan kepada Teman Sebangsa di Taiwan atau 'Message to Compatriots in Taiwan' di Great Hall of People, Lapangan Tianamen, Beijing.

Message to Compatriots in Taiwan atau dikenal sebagai The Message adalah dokumen kebijakan yang dikeluarkan Kongres Rakyat Nasional atau Parlemen China pada 1 Januari 1979. Kala itu adalah hari ketika China dan Amerika Serikat secara resmi menjalin kerja sama bilateral, setelah Washington memutuskan hubungan dengan Taiwan.

The Message pada awalnya mengusulkan konfrontasi militer diakhiri melalui dialog dan menyambut pertukaran antara kedua pihak (China dan Taiwan). Ini telah diatur secara terpisah sejak Presiden pertama China, Chiang Kai-shek kabur ke Taiwan pada Desember 1949, usai kalah dalam perang saudara dengan Komunis. Kai-shek adalah anggota Partai Nasionalis Tiongkok atau Kuomintang, memerintah dari 20 Mei 1948 hingga 5 April 1975.

Sampai tahun 1979, China telah melakukan pemboman artileri (senjata untuk melontarkan proyektil) secara rutin di atas pulau-pulau lepas pantai yang dikendalikan Taiwan, seperti Kinmen yang dekat dengan daratan China. Tetapi, tak ada perjanjian damai yang ditandatangani kedua belah pihak untuk mengakhiri pertikaian tersebut, terlepas dari hubungan bisnis yang mendalam, budaya dan kepentingan pribadi masing-masing negara.

Reporter: Afra Augesti

Sumber: Liputan6.com [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Xi Jinping
  2. China
  3. Taiwan
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini