WHO Umumkan China Secara Resmi Bebas Malaria

Jumat, 2 Juli 2021 11:19 Reporter : Hari Ariyanti
WHO Umumkan China Secara Resmi Bebas Malaria Ilustrasi nyamuk malaria. ©2012 nydailynews.com

Merdeka.com - WHO mengumumkan China bebas malaria, setelah 70 tahun berusaha memberantasnya. China pernah melaporkan 30 juta kasus dalam setahun selama 1940-an. Sejak saat itu, upaya pemberantasan malaria menyebabkan turunnya kasus.

China menggunakan berbagai metode untuk memutus lingkaran penularan parasit melalui nyamuk tersebut.

WHO menyampaikan, China telah empat tahun tidak melaporkan satu pun kasus, sehingga layak diberi sertifikasi bebas malaria.

Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan keberhasilan China itu merupakan capaian yang sulit, dan berhasil dilakukan setelah puluhan tahun melakukan tindakan yang tepat dan berkelanjutan.

China memuji sertifikasi tersebut, menyebutnya “capaian besar untuk perjuangan hak asasi China”.

“CCP (Partai Komunis China) dan pemerintah China selalu memprioritaskan pemeliharaan kesehatan masyarakat, keselamatan, dan kesejahteraan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, dikutip dari BBC, Jumat (2/7).

“Memberantas malaria adalah kontribusi besar oleh China pada kesehatan manusia dan kemajuan hak asasi manusia global,” lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Malaria adalah penyakit yang mengancam nyawa disebabkan parasit yang ditularkan ke orang melalui gigitan nyamuk.

Penyakit ini diawali dengan gejala seperti demam, sakit kepala, dan menggigil, dan jika tak diobati bisa semakin parah dan bahkan menyebabkan kematian.

Walaupun bisa dicegah dan biasanya bisa disembuhkan jika didiagnosis dan diobati dengan tepat, WHO memperkirakan ada 229 juta kasus malaria di seluruh dunia pada 2019 dan 409.000 kematian. Sekitar 94 persen dari semua infeksi dilaporkan di Afrika.

Pemerintah China berhasil memberantas kasus malaria dengan menggunakan obat anti malaria, menyemprot tempat berkembang biaknya nyamuk, dan mendistribusikan jaring insektisida.

Negara-negara di dunia bisa mengajukan sertifikasi bebas malaria ke WHO setelah melaporkan tidak ada kasus malaria dalam empat tahun berturut-turut. Negara harus menyertakan bukti, dan mendemonstrasikan kemampuan mereka mencegah wabah di masa depan.

Menurut WHO, China menjadi negara ke-40 dideklarasikan bebas malaria. Dalam beberapa tahun terakhir negara yang dinyatakan bebas malaria yaitu Argentina, Aljazair, dan Uzbekistan. [pan]

Baca juga:
Jumlah Warga Suspect Malaria di Mukomuko Meningkat
Mengenal Penyakit Malaria, Ketahui Penyebab dan Gejala yang Perlu Diwaspadai
WHO Sebut di Afrika Malaria Lebih Mematikan Ketimbang Covid-19
Gejala Malaria yang Perlu Diperhatikan, Kenali Cara Pencegahannya
Ciri-ciri Malaria, Penyebab hingga Cara Penularan yang Perlu Diwaspadai

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini