WHO: Tak Ada Bukti Virus Corona Berasal Dari Lab, Perlu Identifikasi Asal Usulnya

Selasa, 5 Mei 2020 10:08 Reporter : Hari Ariyanti
WHO: Tak Ada Bukti Virus Corona Berasal Dari Lab, Perlu Identifikasi Asal Usulnya Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. ©2020 AFP PHOTO/CHRISTOPHER BLACK/WORLD HEALTH ORGANIZATION

Merdeka.com - Para pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, mereka tak memiliki bukti virus corona berasal dari laboratorium dan mencurigai virus bersumber dari hewan.

Diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengidentifikasi asal usulnya secara spesifik. Demikian disampaikan dalam konferensi pers di Jenewa pada Senin.

Pekan lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim telah melihat bukti yang membuatnya semakin yakin virus corona berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan, China, tapi menolak memberikan gambaran detail terkait klaimnya.

Klaim Trump ini juga kontradiktif dengan temuan komunitas intelijen AS.

"Kami belum menerima data apapun atau bukti spesifik dari pemerintah AS berhubungan dengan laporan asal usul virus. Jadi dari pandangan kami, hal ini masih spekulatif," kata Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Dr Mike Ryan, dilansir dari CNN, Selasa (5/5).

Ryan menambahkan, WHO sangat berharap bisa mendapatkan informasi apapun tentang asal usul virus.

"Jika data dan bukti itu tersedia, maka pemerintah Amerika Serikat akan memutuskan di mana dan kapan hal itu dapat dibagikan tetapi sulit bagi WHO untuk bertindak dalam kekosongan informasi terkait hal itu. Jadi kami fokus pada apa yang kami ketahui. Kami fokus pada bukti yang kami miliki," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Kelelawar adalah sumber yang dicurigai sebagai penyebab Covid-19 dan MERS, tetapi para ilmuwan juga berpendapat kelelawar menginfeksi beberapa mamalia lain yang kemudian menginfeksi manusia - inang perantara.

Perdebatan asal usul virus ini membuat hubungan AS-China memanas. Tudingan Trump terkait asal usul virus yang dikembangkan di laboratorium di Wuhan, China, yang merupakan pusat pandemi, dibantah pemerintah China.

Pada Selasa, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang menuduh "politikus Amerika" melontarkan kebohongan terkait pandemi.

"Mereka hanya memiliki satu tujuan: mencoba mengelak dari tanggung jawab atas tindakan epidemi dan pencegahan serta pengendalian mereka sendiri dan mengalihkan perhatian publik," katanya.

Pada Rabu, kantor berita pemerintah China Xinhua mengunggah video animasi yang menyindir tanggapan AS terhadap pandemi, sementara memuji reaksi China dalam penanganan wabah. [pan]

Baca juga:
Pelajaran dari Pandemi Flu 1918, Terlalu Dini Longgarkan Aturan Bisa Nyawa Taruhannya
Perang Soal Asal Usul Virus Corona, AS Tuding China Timbun Peralatan Medis
Selandia Baru Laporkan Tak Ada Kasus Baru Covid-19
Saudi Uji Coba Aplikasi 'Tawakkalna' untuk Pantau Pergerakan Warga Saat Jam Malam

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini