WHO Sebut Kasus Infeksi Virus Corona di Italia Mulai Melambat

Kamis, 26 Maret 2020 09:07 Reporter : Hari Ariyanti
WHO Sebut Kasus Infeksi Virus Corona di Italia Mulai Melambat Petugas medis di Italia. ©Paolo Miranda/AFP

Merdeka.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan epidemi virus corona Italia kemungkinan puncaknya pekan ini, menurut laporan dari layanan kawat Italia, ANSA.

"Perlambatan dalam laju pertumbuhan adalah faktor yang sangat positif, dan di beberapa daerah saya percaya kita dekat dengan titik penurunan dari kurva, oleh karena itu puncaknya dapat dicapai minggu ini dan kemudian turun," Wakil Direktur WHO, Ranieri Guerra kepada Radio Capital, dikutip dari Times of Israel, Kamis (26/3).

"Saya percaya bahwa pekan ini dan hari-hari pertama berikutnya akan menentukan karena mereka akan menjadi momen di mana langkah-langkah pemerintah 15-20 hari yang lalu terasa efeknya," katanya, merujuk pada lockdown nasional.

Pada Selasa, angka infeksi 8 persen dalam dua hari berturut-turut setelah puncaknya 50 persen di awal Maret.

1 dari 1 halaman

Saat ini jumlah kasus infeksi terkonfirmasi di Italia mencapai 69.176, sementara 6.820 orang meninggal dunia, angka kematian tertinggi di dunia.

"Langkah yang kami ambil dua pekan lalu mulai memiliki efek," kata Kepala Pelayanan Perlindungan Sipil, Angelo Borrelli kepada media Italia pada Selasa.

Langkah baru yang diterapkan pemerintah Italia adalah denda bagi yang melanggar aturan karantina. Polisi bisa menetapkan denda sampai 3.000 euro.

Sementara itu, lebih dari 5.000 petugas kesehatan Italia terinfeksi virus corona, seperti dilaporkan media Italia pada Rabu. [pan]

Baca juga:
Beri Alat Bantu Pernapasan Kepada Pasien Lebih Muda, Pendeta di Italia Meninggal
Potret Petugas Medis Italia Kelelahan Tangani Pasien Corona
Satu dari 10 Orang Terinfeksi Virus Corona di Italia adalah Tenaga Kesehatan
Korban Meninggal karena Corona di Italia Kini Lebih Banyak dari di China

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini