WHO Peringatkan Jangan Mencampur Vaksin Covid-19 Beda Merek

Selasa, 13 Juli 2021 11:00 Reporter : Hari Ariyanti
WHO Peringatkan Jangan Mencampur Vaksin Covid-19 Beda Merek Ilustrasi vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech dan Moderna. ©Reuters

Merdeka.com - Kepala ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan pada Senin memperingatkan orang-orang yang mencampur dan mencocok-cocokkan vaksin Covid-19 dari merek atau perusahaan berbeda. Menurutnya hal itu “tren berbahaya” karena ada sedikit data yang tersedia terkait dampak kesehatannya.

“Itu sebuah tren yang sedikit berbahaya. Kita berada pada zona tanpa data, tanpa bukti sejauh mencampur dan mencocokkan (vaksin),” jelasnya dalam konferensi pers online, dilansir Reuters, Selasa (13/7).

Dia juga memperingatkan, situasinya akan kacau di berbagai negara jika warga mulai memutuskan kapan dan siapa yang akan mendapatkan dosis kedua, ketiga, keempat.

Sebelumnya dilaporkan, Komite Nasional Penyakit Menular Arab Saudi mengadopsi kemungkinan mengambil dua vaksin Covid-19 yang berbeda untuk dosis pertama dan kedua.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengatakan, keputusan Komite Nasional untuk Penyakit Menular negara itu berdasarkan penelitian ilmiah internasional yang menunjukkan kemungkinan memberikan dua dosis dua vaksin Covid-19 yang berbeda “secara aman dan efektif dalam menanggapi virus, dengan efektivitas yang ingin dicapai dosis kedua”.

Arab Saudi memberikan persetujuan atau otorisasi penggunaan empat merek vaksin. Dikutip dari Arab News, pada Jumat lalu Saudi memberikan otorisasi penggunaan vaksin Moderna.

Moderna adalah vaksin keempat yang diberikan otorisasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Saudi setelah vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini