WHO Gelar Rapat Khusus Bahas Varian Baru Virus Corona Asal Afrika Selatan

Jumat, 26 November 2021 11:58 Reporter : Pandasurya Wijaya
WHO Gelar Rapat Khusus Bahas Varian Baru Virus Corona Asal Afrika Selatan Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. ©Christopher Black/WHO/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Badan Kesehatan Dunia (WHO) kini tengah memantau serius varian baru virus corona dengan jumlah mutasi luar biasa di bagian mahkota protein. WHO bahkan menggelar rapat khusus hari ini untuk membahas penanganan varian baru tersebut.

Varian yang disebut B.1.1.529 ini pertama kali dideteksi di Afrika Selatan dalam jumlah kecil, kata WHO.

"Kami belum tahu banyak mengenai varian ini. Yang kami tahu varian ini memiliki jumlah mutasi yang luar biasa banyak. Kekhawatirannya adalah ketika virus memiliki banyak mutasi maka bisa berpengaruh pada karakteristik virus," kata Dr Maria Van Kerkhove, kepala teknis tim WHO dalam penanganan Covid-19, seperti dilansir laman CNBC, Jumat (26/11).

Pemantauan varian baru ini dilakukan saat kasus Covid-19 di seluruh dunia melonjak jelang musim libur akhir tahun. WHO melaporkan sejumlah negara di Eropa menjadi episentrum baru Covid-19.

Sementara itu Inggris melarang penerbangan dari enam negara Afrika, termasuk Afrika Selatan mulai hari ini. Pengumuman itu disampaikan Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid kemarin dalam cuitannya di Twitter.

"Badan Keamanan Kesehatan Inggris sedang menyelidiki varian baru. Masih butuh lebih banyak data tapi kami mengambil langkah pencegahan sekarang," kata dia.

Ilmuwan Afsel mendeteksi lebih dari 30 mutasi pada bagian mahkota protein virus corona yang menjadi sarana bagi virus untuk memasuki sel tubuh, kata ilmuwan Afsel Tulio de Oliviera dalam jumpa pers yang digelar Departemen Kesehatan kemarin.

Varian B.1.1.529 mengandung mutasi berlipat ganda yang berhubungan dengan meningkatnya resistensi antibodi dan mengurangi efektivitas vaksin dan mutasi ini secara umum lebih menular, menurut keterangan de Oliviera dalam presentasinya.

Varian ini sudah menyebar luas di Provinsi Gauteng, lokasi kota terbesar sekaligus Ibu Kota Johannesburg.

"Terutama jika lonjakan terjadi di Gauteng, semua orang keluar masuk gauteng dari segala penjuru Afsel. Maka dalam beberapa hari ke depan akan terjadi peningkatan kasus positif. Tinggal menunggu hari atau pekan saja kita melihat itu terjadi," kata Menteri Kesehatan Afsel Joe Phaahla dalam jumpa pers kemarin.

Varian ini juga terdeteksi di Botswana dan Hong Kong, kata Phaahla. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini