WHO Bantah Donald Trump Soal Tudingan Bias China

Kamis, 9 April 2020 10:41 Reporter : Hari Ariyanti
WHO Bantah Donald Trump Soal Tudingan Bias China Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. ©2020 REUTERS/Denis Balibouse

Merdeka.com - Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu membantah lembaganya bias terhadap China atau China sentris seperti tudingan yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkaitan dengan wabah virus corona. Pejabat ini juga mengatakan fase akut pandemi bukanlah waktu yang tepat untuk memotong dana bagi WHO setelah Trump juga mengancam akan menahan dana untuk WHO.

AS adalah pendonor utama lembaga yang bermarkas di Jenewa ini yang disebut Trump mengeluarkan pernyataan tak layak selama wabah.

Kontribusi AS kepada WHO pada 2019 naik USD 400 juta, hampir dua kali lipat dan negara penyumbang terbesar kedua, menurut data Departemen Luar Negeri AS. Sementara China menyumbang sebesar USD 44 juta.

"Kita masih dalam fase akut pandemi, jadi sekarang bukan waktunya memotong dana," kata Direktur Regional WHO Eropa, saat pemaparan online, dilansir dari Alarabiya, Kamis (9/4).

Tak begitu jelas bagaimana Trump bisa memblokir pendanaan untuk organisasi ini. Di bawah hukum AS, Kongres, bukan presiden, yang memutuskan penggunaan anggaran federal.

1 dari 2 halaman

Penasihat Senior Dirjen WHO, Dr Bruce Aylward, juga membantah hubungan khusus lembaga PBB ini dengan China, mengatakan kerjasama dengan pemerintah China penting untuk memahami wabah yang muncul pertama kali di Wuhan pada Desember 2019.

"Sangat genting di awal wabah ini harus memiliki akses penuh untuk memudahkan semua hal, untuk terjun langsung ke lapangan dan bekerja sama dengan China untuk memahami ini," jelasnya kepada wartawan.

"Ini yang kami lakukan dengan setiap negara yang terdampak parah seperti Spanyol dan tak ada kaitannyan dengan China secara spesifik," lanjutnya.

Aylward, yang memimpin pakar WHO ke China pada Februari lalu, membela rekomendasi WHO terkait tetap membuka perbatasan, mengatakan China berupaya sangat keras untuk mengidentifikasi dan mendeteksi kasus-kasus awal dan kontak mereka dan meyakinkan mereka untuk tidak bepergian.

2 dari 2 halaman

China bekerja sangat, sangat keras sejak awal, setelah mengerti apa yang sedang dihadapi, untuk mencoba dan mengidentifikasi dan mendeteksi semua kasus potensial untuk memastikan bahwa mereka dites untuk melacak semua kontak dekat dan memastikan mereka dikarantina sehingga mereka benar-benar tahu di mana virus itu berada, di mana risikonya, jelasnya.

Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus memuji China sejak awal wabah, memuji "kepemimpinan langka" Presiden Xi Jinping.

David Heymann, seorang profesor di London School of Hygiene & Tropical Medicine yang memimpin upaya WHO menangani wabah SARS 2003, mengatakan pemotongan dana AS akan menjadi pukulan besar.

Jika WHO kehilangan dana, ia tidak dapat terus melakukan tugasnya. Lembaga bekerja dengan anggaran terbatas, kata Heymann di London. "Tentu saja akan menjadi bencana bagi WHO kalau kehilangan dana." [pan]

Baca juga:
Diklaim Akurat, WHO Rekomendasikan Dua Alat Tes Covid-19 untuk Situasi Darurat
Trump Ancam Potong Dana WHO, Ini Alasannya
WHO Sebut Gagasan Jadikan Afrika Kelinci Percobaan Vaksin Corona Tindakan Rasis
WHO Kini Dukung Semua Orang Pakai Masker Cegah Penularan Virus Corona
WHO Catat Kasus Baru Covid-19 Menurun di 3 Hari Terakhir Bulan Maret

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini