Wartawan Georgia Hina Orang Tua Putin, Rusia Ancam Terapkan Sanksi Baru

Selasa, 9 Juli 2019 13:10 Reporter : Hari Ariyanti
Wartawan Georgia Hina Orang Tua Putin, Rusia Ancam Terapkan Sanksi Baru Liburan ala Vladimir Putin. ©AFP PHOTO/SPUTNIK/Alexey NIKOLSKY

Merdeka.com - Politikus Rusia menyerukan sanksi baru terhadap Georgia setelah seorang wartawan menghina Presiden Rusia, Vladimir Putin dalam sebuah acara televisi. Padahal hubungan kedua negara telah lama tegang dan dinilai akan semakin memburuk.

Sejumlah sanksi yang diserukan oleh anggota parlemen Rusia di antaranya larangan ekspor anggur dan air mineral Borjomi yang terkenal. Sanksi baru ini diserukan setelah wartawan Giorgi Gabunia, berbicara di saluran televisi Rustavi 2, menghina Putin dan keluarganya menggunakan bahasa yang kasar.

Dilansir dari South China Morning Post, Selasa (9/7), Gabunia menyebut Putin seorang 'penyerbu menjijikkan' dan menghina ibunya dengan bahasa kasar, sebelum menambahkan, "Oh, ibu Anda yang telah mati. Biarkan dia terbakar di neraka dengan Anda dan ayah Anda."

Sanksi lain yang diperdebatkan adalah larangan bagi minoritas Georgia yang cukup besar di Rusia untuk mentransfer uang ke keluarganya di Georgia. Juru bicara Kremlin Dmitri Peskov menyebut komentar Gabunia sebagai aib bagi rakyat Georgia.

Komentar Gabunia tersebut dikutuk bahkan oleh para penentang Putin di Georgia. Ada sejumlah unjuk rasa terhadap Gabunia dan acara TV yang memuat komentarnya telah dihentikan.

Presiden Georgia, Salome Zurabishvili termasuk di antara para pengkritik Gabunia, sementara mantan presiden Georgia Mikheil Saakashvili, yang saat ini berada di pengasingan di Ukraina, menyebut insiden itu sebagai ledakan hambar dan tidak dipertimbangkan dengan baik.

Pada Senin kemarin, pimpinan parlemen Rusia, Vyacheslav Volodin mengatakan usulan formal terhadap sanksi baru ini akan diajukan kepada pemerintah pada Selasa. Sementara juru bicara pemerintah mengatakan kepada lembaga Interfax bahwa dokumen usulan sedang diperiksa.

Ancaman sanksi baru datang setelah larangan Rusia atas penerbangan komersial dengan negara tetangga Georgia yang mulai berlaku pada hari Senin.

Larangan itu akan tetap diberlakukan sampai Georgian Airways dan MyWay Airlines menyediakan program keselamatan penerbangan yang harus diaudit dan disetujui Rusia. Demikian disampaikan Kementerian Transportasi Rusia kepada kantor berita negara TASS.

Georgia juga perlu membayar biaya untuk layanan navigasi udara, kata juru bicara kementerian Rusia, Alexander Volkov.

Bulan lalu, Putin menerbitkan dekrit penghentian penerbangan komersil sebagai tanggapan atas demonstrasi anti Rusia di Tbilisi, ibu kota Georgia dimana 200 orang terluka. Protes dipicu kunjungan delegasi Rusia.

Rusia mengusir pasukan Georgia dalam perang singkat pada 2008 atas dua wilayah Georgia yang memisahkan diri, Abkhazia dan Ossetia Selatan. Rusia mengakui mereka sebagai negara merdeka tetapi secara de facto tetap mempertahankan kontrolnya. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Vladimir Putin
  2. Georgia
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini