Warganya Dibebaskan dari Dakwaan, Inggris Ucapkan Terima Kasih Kepada UEA

Selasa, 27 November 2018 13:00 Reporter : Jayanti
Warganya Dibebaskan dari Dakwaan, Inggris Ucapkan Terima Kasih Kepada UEA Matthew Hedges. ©2018 Middle East Monitor

Merdeka.com - Inggris mengungkapkan pihaknya berterima kasih kepada Uni Emirat Arab (UEA) karena telah membebaskan akademisi asal Inggris yang dipenjara atas tuduhan sebagai mata-mata.

UAE sendiri mengatakan pihaknya telah mengampuni Matthew Hedges sebagai peringatan dari Hari Pengampunan Nasional tahunannya.

"Berita luar biasa mengenai Matthew Hedges. Meskipun kami tidak setuju dengan tuduhan yang ada, kami berterima kasih kepada pemerintah UAE untuk menyelesaikan masalah dengan cepat," kata Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Selasa (27/11).

Pelepasan Hedges merupakan salah satu dari 785 tahanan sebagai peringatan Hari Pengampunan Nasional UAE.

Menteri Negara Urusan Luar Negeri UAE, Dr. Anwar Gargash mengatakan Hari Pengampunan Nasional secara adat memungkinkan pihaknya untuk mengembalikan fokus mereka ke kekuatan fundamental yang mendasari hubungan bilateral antara UAE dengan Inggris dan penting bagi komunitas internasional.

Selalu menjadi harapan UAE bahwa masalah ini dapat diselesaikan melalui saluran umum kemitraan yang sudah kami bina sejak lama. Ini adalah perihal yang langsung menjadi kompleks tanpa perlu UAE melakukan upaya,"katanya.

Kasus yang menimpa Hedges didasarkan pada bukti yang diperoleh dari perangkat elektronik miliknya, hal itu didapati ketika dilakukan pengawasan dan pertemuan intelijen oleh badan intelijen dan keamanan UAE. Dari sana didapati bukti, yang diberikan langsung oleh Hedges sendiri termasuk akun yang digunakan sebagai cara perekrutan dan pelatihan serta informasi rahasia yang sudah ditargetkan.

Sebelumnya, Pengadilan Federal Abu Dhabi UAE, menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada mahasiswa Inggris bernama Matthew Hedges, 31 tahun, karena dia menjadi mata-mata di UAE.

Hedges adalah seorang mahasiswa doktoral di Durham University, dia ditahan di UAE sejak 5 Mei, ketika dia ditangkap dirinya sedang berada di Bandar Udara Internasional Dubai setelah kunjungan penelitiannya selama dua minggu.

Pengadilan juga memutuskan Hedges akan dideportasi setelah dia menjalani hukumannya. Pengadilan juga memerintahkan seluruh dokumen dan komputernya disita dan dia harus membayar biaya pengadilan. [ias]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini