Warga Tunisia demo besar menentang PPN, 240 orang ditangkap

Kamis, 11 Januari 2018 14:56 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Warga Tunisia demo besar menentang PPN, 240 orang ditangkap Demo menentang kenaikan harga dan pajak di tunisia. ©2018 REUTERS/Zoubeir Souissi

Merdeka.com - Kondisi Tunisia dalam dua hari terakhir memanas karena ribuan penduduknya menggelar unjuk rasa besar-besaran menentang pengetatan anggaran dilakukan pemerintah. Lebih dari 240 orang ditangkap polisi dan satu orang tewas akibat demonstrasi berujung bentrokan.

Dilansir dari laman AFP, Kamis (11/1), demonstrasi semakin membesar dan berakhir rusuh sejak Selasa lalu. Menurut Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Tunisia, Khalifa Chibani, 49 polisi luka-luka akibat bentrokan dengan pengunjuk rasa.

Unjuk rasa itu bermula di Ibu Kota Tunis. Tak perlu waktu lama aksi itu pun berubah menjadi anarki mengakibatkan sebuah gerai swalayan Carrefour dijarah.

Sehari kemudian, penduduk di Kota Tebourba turun ke jalan pada malam hari. Aparat membubarkan massa saat itu juga mengakibatkan seorang lelaki berusia 40 tahun meninggal. Namun, belum diketahui penyebab dia meregang nyawa.

Demonstrasi menyebar dan juga terjadi di Kota Siliana dan Kasserine. Pengunjuk rasa memblokir jalan dengan membakar ban dan melempari polisi dengan batu. Polisi membalas dengan menembakkan gas air mata. Para pegiat meminta penduduk kembali turun ke jalan buat berunjuk rasa pada Jumat besok.

Perdana Menteri Tunisia, Yusuf Chahad, menuding dalang di balik unjuk rasa itu adalah kelompok antireformasi, yang bertujuan merongrong kedaulatan negara.

Menurut pengamat politik Salim Kharrat, penduduk Tunisia meminta pemerintah berpikir ulang buat menerapkan pajak pertambahan nilai (PPN). Sebab, kondisi ekonomi mereka sedang sulit sejak revolusi memantik gelombang Reformasi Arab (Arab Spring) pada 2011 silam.

Saat itu masyarakat bergolak karena tingkat pengangguran yang tinggi dan maraknya perilaku korupsi. Revolusi Tunisia dimulai pada Desember 2010, ketika seorang pedagang bernama Muhamad Bouazizi membakar diri saat unjuk rasa dan tewas.

Akibat unjuk rasa besar-besaran itu, Presiden Zen Al Abidin Ben Ali terguling dari kekuasaannya. [ary]

Baca juga:
Cerita perlawanan siswi Tunisia tolak pakai seragam sekolah
Gabung Grup G, Southgate Enggan Coret Tunisia dan Panama
Muslimah Denmark dideportasi sebab tolak lepas cadar
Muslimah Tunisia kini bisa nikahi lelaki beda agama
Tunisia ikut melarang film Wonder Woman diputar di bioskop

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Tunisia
  3. Demo
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini