Warga Liverpool Marah karena Kotanya Disebut Tak Berbudaya

Jumat, 30 September 2022 14:13 Reporter : Merdeka
Warga Liverpool Marah karena Kotanya Disebut Tak Berbudaya Kota Liverpool. ©Wikipedia

Merdeka.com - Walikota Liverpool Steve Rotherham menuntut permintaan maaf dari surat kabar The Telegraph karena menulis artikel yang menyebut kota yang dipimpinnya tidak memiliki fasilitas budaya “yang sangat penting”.

Tuntutan permintaan maaf dilontarkan Rotherham di tengah pertarungan antara Kota Liverpool dan Glasgow untuk menjadi tuan rumah kontes lagu Eurovision yang akan diselenggarakan tahun depan.

Dikutip dari laman BBC, Jumat (30/9), Ben Lawrence, jurnalis The Telegraph menulis Kota Liverpool “tak layak, tanpa galeri seni, sanggar tari, atau gedung opera – setidaknya tidak ada yang membawa signifikansi besar di luar wilayah barat laut.”

Rotherham memandang tulisan Lawrence sangat keterlaluan, meminta agar tulisannya ditarik, dan meminta Lawrence menulis dengan benar.

Dalam artikel itu, Lawrence menjelaskan, kebanyakan orang yakin kalau Liverpool akan dipilih pihak Eurovision jika mengingat Liverpool sebagai “kota yang paling signifikan secara budaya”.

“Tidak ada yang dapat menulis melodi lebih indah daripada scouser (penduduk Liverpool),” jelas Lawrence.

“Beberapa dramawan TV dan panggung besar dunia juga berasal dari Liverpool,” lanjutnya.

Namun Lawrence menulis “jika Anda berbicara tentang Liverpool sebagai kota budaya yang hebat (dan dianugerahi gelar pada tahun 2008), tujuan bagi para pelindung seni, maka hal itu mulai berantakan”.

Tulisan Lawrence segera dibalas Walikota Rotherham.

“Anggota parlemen kami akan mengajukan pertanyaan tentang upaya yang disengaja pada informasi yang salah ini,” tulis Rotherham di Twitter.

Cagar seni di Kota Liverpool pun turut membalas tulisan Lawrence.

“Ada banyak seni dan budaya di setiap sudut kota kami,” tulis Galeri Walker Art di Twitter.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]

Baca juga:
Sertifikat Kematian Ungkap Penyebab Meninggalnya Ratu Elizabeth II
Gara-Gara Kriket, Kebencian Itu Menular Sampai ke Seberang Benua
Perusahaan di Inggris Mulai Terapkan 4 Hari Kerja, 3 Hari Libur
Ratu Denmark Positif Covid Setelah Hadiri Pemakaman Ratu Elizabeth di Inggris
Warga Inggris Pilih Tidak Makan Demi Bayar Tagihan Listrik
Ratusan Bioskop, Gereja di Inggris Bakal Tayangkan Pemakaman Ratu Elizabeth
Biaya Pemakaman Ratu Elizabeth Capai Rp149 Miliar, Bukan yang Termahal dalam Sejarah
Hampir 2.000 Orang Meninggal di Inggris Setelah Transfusi Darah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini