Warga Iran Demo Pemerintah, Kecam Jatuhnya Pesawat Ukraina karena Ditembak Rudal

Senin, 13 Januari 2020 15:51 Reporter : Pandasurya Wijaya
Warga Iran Demo Pemerintah, Kecam Jatuhnya Pesawat Ukraina karena Ditembak Rudal demo warga iran kecam jatuhnya pesawat ukraina. ©Getty

Merdeka.com - Ribuan massa turun ke jalan akhir pekan kemarin mengecam pemerintah yang menembak jatuh pesawat maskapai Ukraina hingga menewaskan seluruh 176 penumpang.

Pesawat Boeing 737 itu jatuh setelah beberapa jam sebelumnya Iran meluncurkan serangan rudal ke pangkalan militer AS di Irak sebagai balasan atas pembunuhan Panglima Garda Revolusi Iran Qassim Sulaimani di Bandara Internasional Baghdad, Irak oleh drone AS.

Para demonstran menyerukan Pemimpin Spiritual Tertinggi Ali Khamenei mundur dan mereka yang bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Ukraina dihukum.

Laman Reuters melaporkan, demonstrasi ini kini meluas ke beberapa kota, termasuk Shiraz, Esfahan, Hamedan, dan Orumiyeh.

Presiden AS Donald Trump dalam kicauannya di Twitter mendukung para demonstran dan mengatakan "pemerintah AS bersama kalian". Perdana Menteri Isarael Benjamin Netanyahu juga senada dengan Trump. Dia mendukung para demonstran dan menyerukan para pemimpin Eropa kembali menekan Iran.

1 dari 1 halaman

Dubes Inggris Ditangkap

Demonstrasi di Iran juga terjadi tak lama setelah pemerintah Iran menangkap Duta Besar Inggris Rob Macaire Sabtu lalu atas tuduhan menggalang dan mengarahkan demo.

Menurut kantor berita Tasnim, Macaire ditangkap ketika dia berada di tengah demonstran di depan Universitas Amir Kabir Teheran. Setelah ditangkap dia kemudian dibebaskan.

Di akun Twitternya kemudian Macaire mengatakan dia tidak terlibat dalam demo apa pun dan justru bersimpati kepada keluarga korban pesawat Ukraina.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan penangkapan Macaire adalah "pelanggaran jelas hukum internasional".

Wakil Menteri Luar Negeri Iran mengatakan Macaire segera dibebaskan setelah identitasnya dipastikan.

"Ketika polisi memberitahu saya seorang pria yang ditangkap mengaku sebagai Duta Besar Inggris, saya katakan Tidak Mungkin! tapi setelah saya berbicara dengannya di telepon, sungguh mengejutkan, itu benar dia. 15 menit kemudian dia dibebaskan," kata wakil Menteri Luar Negeri Iran Bbas Aragchi. [pan]

Baca juga:
Komandan Militer Iran Akui Ingin Mati Saat Dapat Informasi Jatuhnya Pesawat Ukraina
Unjuk Rasa di Iran Desak Ali Khamenei Mundur Setelah Akui Tembak Pesawat Ukraina
Akui Tembak Boeing 737 Ukraina, Militer Iran Sebut Pesawat Terbang di Area Sensitif
Iran Mengaku Tak Sengaja Tembak Pesawat Boeing 737
Iran Desak Semua Pihak, Termasuk AS Terlibat Investigasi Kecelakaan Pesawat Ukraina

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini