Warga Hong Kong Ancam Boikot Film Mulan karena Aktrisnya Dukung Polisi

Senin, 19 Agustus 2019 16:04 Reporter : Merdeka
Warga Hong Kong Ancam Boikot Film Mulan karena Aktrisnya Dukung Polisi poster film mulan. ©Disney

Merdeka.com - Pemeran film Mulan, Liu Yifei mendapat kecaman setelah mengunggah komentar yang mendukung polisi Hong Kong di media sosial China, Weibo. Akibatnya, seruan boikot film "Mulan" mulai digaungkan.

Dalam akun Weibo pribadinya, Liu membagikan ulang kutipan yang pertama kali diunggah People's Daily, berisi komentar soal demo Hong Kong. Dengan bahasa mandarin, unggahan tersebut menyebutkan, "Saya juga mendukung polisi Hong Kong. Anda bisa melawan saya sekarang."

Selain itu, ada pula sebuah foto yang bertuliskan,"Betapa memalukannya Hong Kong."

Kedua konten itu diunggah Liu dalam Weibo pribadinya yang memiliki 66 juta pengikut. Menyusul setelahnya, kalimat "Saya juga mendukung Polisi Hong Kong" menyebar di situs media sosial China.

Laman News.com.au melaporkan, Senin (19/8), kalimat itu diyakini berasal dari wartawan Global Times. Pekan lalu, wartawan surat kabar asal China itu diserang pengunjuk rasa di Bandara Hong Kong, karena dituduh jadi mata-mata untuk polisi Hong Kong.

liu yifei

©Weibo

Meskipun mendapat banyak dukungan di Weibo, unggahan Liu mendapat respons berbeda di Twitter. Seiring meluasnya unggahan Liu soal demo Hong Kong, tagar #BoycottMulan pun mencuat.

Komentar aktris 31 tahun itu menyebabkan kemarahan dari para pendukung aktivis pro-demokrasi Hong Kong. Pasalnya, polisi Hong Kong dituduh menggunakan 'tangan besi' untuk menangani demonstran.

News.com menyebutkan, sejumlah orang bahkan menuduh Liu mendukung kebrutalan polisi.

Menyusul komentar aktris berkewarganegaraan Amerika Serikat itu, protes Hong Kong semakin meningkat. Minggu (18/8) sore, kerumunan aktivis demokrasi kembali menggelar aksi di pusat kota. Kali ini, konsentrasi aksi berada di Victoria Park, Hong Kong. Aksi yang diadakan kemarin sore itu dilakukan dengan izin polisi. Hanya saja, pengunjuk rasa tidak boleh mengadakan pawai.

Aksi demo tersebut menjadi bagian dari upaya baru demonstran untuk menunjukkan kepada pada pemimpin kota, bahwa gerakan protes masih berjalan meskipun ada peringatan keras dari Beijing.

Tidak kurang dari sepuluh minggu demonstrasi digelar di Hong Kong. Aksi tersebut menjatuhkan pusat keuangan internasional ke dalam krisis. Pemerintah China yang dikuasai komunis pun telah mengambil sikap keras, termasuk melabeli peserta demo sebagai teroris.

Pada Selasa pekan lalu, pengunjuk rasa yang menduduki bandara, membuat ratusan penerbangan batal diberangkatkan. Aksi demo di Bandara Hong Kong itu juga sempat diwarnai insiden. Dua orang pria diserang demonstran dan dituduh sebagai mata-mata China. Insiden itu menodai tujuan utama demo yang semula hanya menargetkan pihak kepolisian atau lembaga pemerintah.

Setelah ricuh di bandara, beberapa kelompok pengunjuk rasa mengajukan permohonan maaf.

Meski demikian, aparat propaganda China terlanjur menjadikan insiden ricuh di Bandara Hong Kong sebagai bahan berita. Media pemerintah China pun mengeluarkan banyak artikel, foto, dan video yang memojokkan para demonstran.

Media pemerintah juga memuat foto personel militer dan kendaraan lapis baja melintasi Shenzhen, perbatasan China dan Hong Kong. Hal ini mendorong AS memberi peringatan pada Beijing.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini