Wapres Maladewa ditangkap, jadi dalang pemboman presiden

Sabtu, 24 Oktober 2015 16:58 Reporter : Muhammad Radityo
Wapres Maladewa ditangkap, jadi dalang pemboman presiden Presiden Maladewa Abdulla Yameen selamat dari ledakan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepolisian Maladewa hari ini, Sabtu (24/10), menangkap Wakil Presiden Ahmed Adeeb. Dia disebut otak upaya pembunuhan Presiden Abdulla Yameen bulan lalu.

"Wakil Presiden dijemput polisi saat berada di bandara. Ini belum pernah terjadi dalam sejarah Maladewa" cuit Menteri Dalam NegeriUmar Naseerlewat akun Twitternya, seperti diberitakan Kantor Berita AFP, Sabtu (24/10).

Diketahui, Wakil Presiden Adeeb kini ditahan di Penjara Dhoonidhoo.

Selain tuduhan otak pelaku pembunuhan, Wapres Adeeb juga terkena pasal pengkhianatan terhadap negara.

Kapal yang ditumpangi Presiden Yameen meledak pada 28 September lalu selepas pulang berhaji. Ibu Negara Fathimath Ibrahim cedera ringan. Dua penumpang lainnya, yakni ajudan presiden serta staf pengamanan, ikut terluka.

Presiden Yameen menggunakan speedboat khusus menuju ke kantornya di ibu kota Male yang berada di pulau utama. Ketika kapal sudah mendekat dermaga, mendadak terdengar ledakan dari sisi bawah.

Awalnya, pelaku peledakan itu diduga adalah rival utama Yameen, yakni Bekas Presiden Mohamed Nasheed yang kalah dalam pemilu 2013. Maladewa adalah negara kepulauan di tengah Samudera Hindia. Insiden ini mencoreng citra Maladewa sebagai surga pariwisata. [ard]

Topik berita Terkait:
  1. Maladewa
  2. Pembunuhan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini