Wali Kota di Korea Selatan Minta Maaf Secara Terbuka Terkait Penipuan Vaksin Covid-19

Kamis, 10 Juni 2021 15:00 Reporter : Hari Ariyanti
Wali Kota di Korea Selatan Minta Maaf Secara Terbuka Terkait Penipuan Vaksin Covid-19 Kendaraan militer semprotkan disinfektan di Daegu. ©YONHAP/AFP

Merdeka.com - Seorang wali di kota Korea Selatan yang hampir terjerat kasus penipuan vaksin menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas tindakannya.

Kwon Young-jin mengatakan kepada media bulan lalu, sebuah perusahaan asing berjanji untuk menyediakan 30 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech dalam waktu tiga minggu. Namun pemerintah kemudian menemukan Pfizer tidak mendistribusikan vaksin melalui pihak ketiga.

Kwon cukup kritis terhadap program vaksin pemerintah. Program vaksinasi di Korea Selatan relatif lamban dibandingkan dengan negara maju lainnya di kawasan Asia Timur.

Sekitar 16,4 persen populasi Korea Selatan telah menerima dosis vaksin pertama mereka, dengan rencana untuk memvaksinasi 14 juta orang pada akhir bulan ini.

Kwon adalah anggota partai oposisi.

"Ini adalah kesalahan saya bahwa kasus ini dianggap sebagai salah satu kasus sederhana dari impor vaksin yang gagal telah meningkat menjadi kasus penipuan vaksin palsu," jelasnya, dikutip dari BBC, Kamis (10/6).

"Citra Daegu ternoda karena kata-kata saya yang ceroboh. Saya juga menyebabkan luka yang dalam dan kekecewaan bagi warga yang menderita Covid-19."

Baca Selanjutnya: Pada 31 Mei lalu Kwon...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini