Walau Duterte tak suka AS, Obama selamati presiden baru Filipina

Rabu, 18 Mei 2016 14:11 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Walau Duterte tak suka AS, Obama selamati presiden baru Filipina Rodrigo Duterte Presiden baru Filipina. ©philstar.com

Merdeka.com - Rodrigo Duterte, presiden terpilih Filipina, mendapat ucapan selamat dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Ucapan selamat ini terbilang cukup menarik, pasalnya Duterte mengatakan akan memusuhi Negeri Paman Sam apabila dia terpilih menjadi presiden.

Obama mengucapkan selamat pada Duterte melalui sambungan telepon. Adapun demikian, Presiden Negeri Adi Daya itu menyampaikan, Duterte merupakan cahaya baru di tengah-tengah politik Filipina.

"Kita (AS-Filipina) sama-sama berkomitmen untuk demokrasi, hak asasi manusia, supremasi hukum dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Karenanya Amerika Serikat menyoroti terus nilai-nilai yang berkembang di Filipina," ucap Obama, seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (18/5).

Sementara itu, meski sempat menyatakan akan memutuskan hubungan dengan Amerika Serikat, dalam pernyataan tertulis dari pemerintah Filipina disebutkan, kedua negara tertarik untuk semakin mempererat kerja sama.

"Kedua pemimpin menegaskan minat mereka untuk terus menumbuhkan hubungan dengan melihat dan berdasar pada prinsip-prinsip bersama," tulis keterangan tersebut.

Rodrigo Duterte terpilih menjadi Presiden Filipina melalui pemilihan umum pada 9 Mei lalu. Dalam kampanyenya, Duterte yang terkenal keras dalam berbicara mengatakan akan bertindak tegas dan kejam pada semua penjahat, baik penjahat kekerasan maupun obat-obatan terlarang.

Pria 71 tahun ini juga mengatakan akan memutuskan hubungan dengan Amerika Serikat karena Duta Besar AS di Filipina sempat mengkritik lelucon yang diungkapkan Duterte selama kampanye. Wali Kota Davao itu, pada saat kampanye mengatakan, ingin juga memperkosa misionaris Australia yang tewas dalam kerusuhan di Filipina.

Sebagai salah satu sekutu dekat Negeri Paman Sam di Asia Tenggara, Duterte menuturkan akan mengubah taktik dengan mendekati China dan mengabaikan dukungan AS di Laut China Selatan.

Duterte dijadwalkan akan dilantik sebagai presiden Filipina yang baru pada 30 Juni mendatang, menggantikan Benigno Aquino. [ard]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini