Wajib Pakai Masker dan Sertifikat Vaksin Tak Lagi Berlaku di Inggris

Jumat, 28 Januari 2022 13:46 Reporter : Hari Ariyanti
Wajib Pakai Masker dan Sertifikat Vaksin Tak Lagi Berlaku di Inggris Menteri Kesehatan Inggris, Sajid Javid. ©Reuters

Merdeka.com - Memakai masker dan membawa seritifikat vaksin Covid tidak lagi diwajibkan di Inggris, setelah aturan relaksasi Rencana B mulai berlaku pada Kamis.

Menteri Kesehatan Inggris, Sajid Javid menyampaikan, aturan tersebut bisa dicabut karena keberhasilan program vaksinasi dan pemahaman yang lebih baik terhadap pengobatan Covid-19.

Javid mengatakan, pemakaian masker saat ini tergantung dari individu masing-masing, dikutip dari BBC, Jumat (28/1).

Tapi beberapa pusat perbelanjaan seperti Tesco, Sainsbury's, John Lewis, dan Morrisons mengatakan mereka akan tetap meminta warga memakai masker.

Operator kereta api juga mengatakan penumpang diharapkan tetap memakai masker. Tapi, baik pusat perbelanjaan maupun operator kereta api mengatakan, mereka hanya mendorong, tidak memaksa.

Wali Kota London, Sadiq Khan mengatakan masker akan tetap wajib di layanan Transportasi London, meminta warga "melakukan hal yang tepat".

Pemerintah menyampaikan, pedoman kesehatan masyarakat mendesak warga memakai masker di keramaian dan ruang-ruang tertutup.

Sejumlah organisasi atau penyelenggara juga bisa memilih apakah mereka mewajibkan sertifikat vaksinasi dari orang yang mengunjungi acara atau tempat mereka.

Tindakan lainnya yang bertujuan untuk menghentikan penyebaran virus corona varian Omicron termasuk kerja dari rumah (WFH) dan pemakaian masker di ruang kelas khususnya SD, juga dicabut.

Departemen Kesehatan menyampaikan, perubahan itu setelah adanya data kajian pekan lalu, termasuk soal infeksi, kemanjuran vaksin, dan tekanan Covid pada NHS (Layanan Kesehatan Nasional), perilaku masyarakat, dan pandangan komunitas ilmiah.

"Vaksin kita, tes, dan antivirus yang kita punya adalah beberapa perlawanan terkuat di Eropa dan mempermudah kita untuk secara hati-hari kembali ke Rencana A, mengembalikan lebih banyak kebebasan di negara ini," jelas Javid.

"Saat kita belajar hidup dengan Covid, kita perlu pandangan jernih bahwa virus ini tidak akan pergi, jadi jika kalian belum (vaksin), tolong secepatnya lakukan suntikan pertama, kedua atau booster," lanjutnya.

Kasus Covid di Inggris tampaknya melandai, setelah merosot tajam dari puncaknya saat pergatian tahun. Angka kasus harian terbaru menunjukkan infeksi masih tinggi, dengan 102.292 kasus yang dilaporkan pada Rabu.

Lebih dari 37 juta orang atau 64 persen dari populasi Inggris telah mendapatkan suntikan vaksin booster atau dosis ketiga. [pan]

Baca juga:
Inggris Tuding Rusia Ingin Tempatkan Pemimpin Boneka di Ukraina
Naik Jet Pribadi, Perwakilan Taliban Melakukan Kunjungan Pertama ke Eropa
Sudah Lewati Puncak Omicron, Inggris Cabut Aturan Pakai Masker dan WFH Pekan Depan
Inggris Mulai Pasok Senjata Anti Tank ke Ukraina untuk Antisipasi Serangan Rusia
Fenomena Bulan 'Serigala' di Inggris
CEK FAKTA: Tidak Benar Inggris Negara Pertama Tetapkan Covid Jadi Endemi,Ini Faktanya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini