Wabah Corona, Gereja di Singapura Imbau Warga Ikut Ibadah Online di Rumah

Minggu, 16 Februari 2020 11:33 Reporter : Merdeka
Wabah Corona, Gereja di Singapura Imbau Warga Ikut Ibadah Online di Rumah gereja katolik katedral singapura. ©Benedikta Miranti Tri Verdiana/Liputan6.com

Merdeka.com - Sejumlah gereja di Singapura mengimbau jemaat untuk melakukan ibadah dari rumah demi menghindari wabah vorus corona.

Aturan ini dikeluarkan tidak lama setelah otoritas setempat menemukan sembilan kasus baru virus corona yang ditemukan pada umat suatu gereja.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Sabtu (15/2), Singapura melaporkan sembilan kasus COVID-19 yang dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan dua hari lalu.

"Dari mereka, enam terkait dengan kluster dari gereja Grace Assembly of God," kata Kenneth Mak, direktur pelayanan medis di Minister of Health (MOH) pada jumpa pers.

Laporan terbaru ini membuat jumlah total kasus Virus Corona baru di Singapura menjadi 67, dengan enam pasien dalam kondisi kritis.

Sebagai upaya pencegahan, sejumlah pengurus gereja menganjurkan umatnya untuk beribadah dari rumah. Dari sisi gereja Katolik, Uskup Agung Singapura, William Goh telah mengeluarkan surat pastoral resmi mengenai penangguhan ibadah (misa) tanpa batas waktu. Aturan ini pun berlaku mulai Sabtu 15 Februari.

1 dari 2 halaman

Sebagai gantinya, umat Katolik bisa mengikuti ibadah secara daring (online) dari rumah sebagai bentuk pencegahan penyelenggaraan adanya perkumpulan massa seperti yang dianjurkan oleh pemerintah Singapura.

Tak hanya itu, Gereja Katolik Singapura juga akan menerapkan aturan baru menjelang rangkaian Paskah, yaitu Liturgi Rabu Abu. Biasanya, perayaan Rabu Abu ditandai dengan penggambaran salib di dahi menggunakan abu, namun dengan situasi seperti saat ini Gereja Katolik Singapura memiliki kebijakan yakni abu hanya akan didistribusikan dengan cara menjatuhkan sejumput abu yang diberkati ke kepala umat dari pastor ataupun prodiakon (asisten pastor).

Mereka yang bertugas juga dipastikan sehat dan tidak memiliki gejala seperti flu. Dengan aturan itu umat Katolik di Singapura tidak akan memiliki gambar salib di dahi mereka tahun ini.

"Kami bahkan telah mempertimbangkan mandat untuk melakukan pemindaian suhu wajib. Namun, kami juga menyadari bahwa suhu tidak bisa menjadi alat pencegah karena orang yang tidak menunjukkan gejala juga dapat menjadi pembawa infeksi. Dengan demikian, menerapkan screening suhu mungkin tidak sepenuhnya membantu mencegah penyebaran infeksi ini walaupun itu mengurangi kemungkinan penularannya," tulis surat tersebut, dikutip Sabtu (15/2).

"Sebagai orang Katolik, kita harus bertanggung jawab dalam memainkan peran kita untuk menahan penyebaran virus ini dengan menghindari pertemuan besar," sambung surat itu.

2 dari 2 halaman

Selain otoritas Gereja Katolik, gereja lainnya juga menerapkan hal serupa.

City Harvest Church misalnya yang juga mengimbau umatnya untuk melakukan ibadah secara online dari rumah mereka masing-masing guna meminimalisir adanya perkumpulan massa dalam jumlah besar.

"Mengingat meningkatnya jumlah kasus COVID-19 minggu terakhir ini, kami telah memutuskan hal terbaik bagi pelayanan ibadah kami adalah memberikan pelayanan secara online. Ini berarti, kami TIDAK bertemu secara fisik di Suntec untuk ibadah pelayanan, tetapi tetap di rumah dan beribadah secara online bersama melalui The CHC App atau situs web kami," tulis pengumuman yang dirilis oleh pihak Gereja City Harvest.

Pihaknya akan menerapkan hal ini mulai 15-16 Februari hingga akhir Februari.

Reporter: Bendeikta Miranti Tri Verdiana

Sumber: Liputan6.com [pan]

Baca juga:
Wali Kota Kendari Akan Jemput Langsung Mahasiswi Usai Jalani Observasi di Natuna
Selasa, 4 Mahasiswi Asal Sultra dari Wuhan Dijadwalkan Tiba di Kendari
Begini Penampakan Foto Mikroskopis Virus Corona dan Asal Usul Namanya
Remaja Ini Tega Tusuk Seorang Kakek karena Berebut Cairan Antiseptik
China Kembangkan Alat Mampu Deteksi Pengidap Virus Corona Dalam Waktu 8-15 Menit

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini