Vladimir Putin Keluhkan Kurangnya Pengakuan Internasional untuk Vaksin Sputnik V

Minggu, 31 Oktober 2021 09:27 Reporter : Merdeka
Vladimir Putin Keluhkan Kurangnya Pengakuan Internasional untuk Vaksin Sputnik V Keakraban Putin dan Joe Biden bertemu di Swiss. ©REUTERS/Denis Balibouse/Pool

Merdeka.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin mengeluhkan kurangnya pengakuan internasional untuk vaksin Covid-19 Sputnik V pada pertemuan puncak G20, di mana para pemimpin sepakat untuk meningkatkan upaya vaksinasi global.

Mengacu pada gagalnya Sputnik V mendapatkan otorisasi regulator asing, Putin mendesak para menteri kesehatan G20 untuk membahas pengakuan vaksin dan sertifikat vaksinasi “secepatnya”.

“Terlepas dari keputusan G20, tidak semua negara yang membutuhkan dapat memiliki akses ke vaksin anti-Covid,” jelas Putin melalui pesan video yang disiarkan ulang di televisi pemerintah Rusia, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (31/10).

“Ini terjadi karena persaingan yang tidak jujur, proteksionisme dan karena beberapa negara, terutama negara-negara G20, tidak siap untuk saling mengakui vaksin dan sertifikat vaksinasi,” lanjutnya.

Awal bulan ini, Afrika Selatan menolak untuk menyetujui vaksin Rusia meskipun negara itu sangat membutuhkan vaksin, diklaim dapat meningkatkan risiko infeksi HIV pada laki-laki. Penggunaan Sputnik V juga tidak disetujui regulator di Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Putin tidak menghadiri konferensi G20 secara langsung di Italia karena pengetatan pembatasan virus corona di negaranya. Baru-baru terjadi lonjakan kasus baru di Rusia.

Pihak berwenang Rusia mengatakan jumlah infeksi harian naik menjadi 40.251, rekor negara itu sejak awal pandemi. Sejauh ini hanya 32,5 persen dari populasi yang divaksinasi penuh.

Kementerian Kesehatan Rusia akan merekomendasikan penggunaan vaksin Sputnik Light untuk melawan Covid-19 hanya sebagai pendorong bagi orang yang telah divaksinasi.

Rusia sebelumnya telah mempromosikan Sputnik Light, yang terdiri dari suntikan pertama Sputnik V, sebagai vaksin mandiri yang efektif, serta booster yang dapat dikombinasikan dengan vaksin non-Rusia.

KTT dua hari para pemimpin G20 di Roma – pertemuan pertama mereka secara langsung sejak pandemi global virus corona – juga memasukkan perubahan iklim dan ancaman terhadap pemulihan ekonomi global dalam agenda.

Pertemuan mereka didahului pada Jumat dengan diskusi menteri keuangan dan kesehatan G20, di mana mereka menyebutkan urgensi untuk memenuhi target vaksinasi 70 persen pada pertengahan tahun depan.

Untuk memenuhi tujuan tersebut, mereka berkomitmen untuk "melangkah untuk membantu meningkatkan pasokan vaksin dan produk medis penting dan masukan di negara-negara berkembang dan menghilangkan kendala pasokan dan pembiayaan yang relevan".

Reporter Magang: Ramel Maulynda Rachma

[pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini