Virus zika menyebar, perempuan di Amerika Latin diminta tidak hamil

Rabu, 27 Januari 2016 07:09 Reporter : Pandasurya Wijaya
Virus zika menyebar, perempuan di Amerika Latin diminta tidak hamil ibu hamil. ©2012 pregnancyneeds.net

Merdeka.com - Jutaan perempuan di Amerika Latin dan Karibia diperingatkan untuk tidak hamil lantaran sedang merebak virus Zika dari gigitan nyamuk yang bisa menyebabkan kelainan pada bayi baru lahir.

Di Brasil, sekitar 4.000 bayi dilahirkan dengan kelainan ukuran kepala yang kecil. Sejumlah perempuan berbadan dua kini bahkan takut keluar rumah dan memakai baju hitam karena bisa menarik perhatian nyamuk. Sebagian dari mereka malah mendatangi klinik untuk membekukan sel telur mereka hingga obat dari virus zika ini ditemukan, seperti dilansir the Australian, Selasa (26/1).

"Kurangnya informasi tentang apa yang terjadi membuat saya dan suami memutuskan mengubah pikiran kami soal ingin hamil," ujar perempuan berusia 40 tahun kepada koran O Dia di Rio de Janeiro. Sekitar satu juta orang diduga sudah terinfeksi virus zika di Brasil.

Di El Salvador, Wakil Menteri Kesehatan Eduardo Espinoza mengatakan sudah ada laporan 5.000 kasus korban virus zika.

"Kami ingin menyarankan kepada semua perempuan dalam masa subur untuk menunda kehamilan antara tahun ini hingga tahun depan," kata dia.

Di Kolombia, sekitar 700 ribu orang diduga terancam infeksi dari virus zika dan kaum hawa diminta menunda kehamilan sedikitnya selama enam bulan ke depan. Sejumlah pejabat kesehatan di Ekuador dan Jamaika juga menyarankan hal serupa.

Penyakit yang awalnya didiagnosa terjadi di Afrika pada 1940-an itu kini sudah merambah ke Amerika Selatan sejak tahun lalu. Kemungkinan virus ini datang bersama turis yang menonton pertandingan Piala Dunia di Brasil dan penyebarannya yang sedemikian cepat membuat warga di benua ini panik. badan Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat sudah mengeluarkan peringatan kepada ibu hamil untuk tidak bepergian ke Brasil yang akan menggelar Olimpiade musim panas nanti. Selain ke Brasil, Meksikio dan Barbados juga menjadi tempat yang tidak dianjurkan untuk dikunjungi.

Zika adalah virus yang disebarkan nyamuk aedes aegypti, persis demam berdarah. Bedanya, dampak virus ini lebih berbahaya bagi ibu hamil dan anak yang dikandungnya. Jika orang dewasa terkena, kadang gejala yang muncul hanya bentol kecil di sekujur tubuh tanpa sakit berlebihan tanpa berujung kematian. Tapi pada ibu hamil, efeknya adalah bayinya akan lahir dengan kepala kecil (microcephaly).

Brasil sudah berjanji akan menggelontorkan dana buat menemukan obat penyakit ini. Para ahli memperkirakan sedikitnya dibutuhkan waktu tiga tahun buat menemukan vaksin yang efektif.

Dalam banyak kasus zika menyebabkan penderita mengalami demam ringan dan nyeri sendi sedangkan dalam kasus berat zika bisa memicu sindrom Guillain-Barre, kelainan saraf yang menyebabkan otot melemah dan lumpuh.

Penyakit ini luput dari perhatian sampai tahun lalu, sejumlah wanita melahirkan bayi dengan kepala kecil, kasus yang jarang terjadi sebelumnya. Sekitar 50 bayi kemudian meninggal dan angka ini diperkirakan akan bertambah. Bayi yang selamat menderita masalah perkembangan pertumbuhan.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan mereka tengah mengantisipasi penyebaran virus zika yang saat ini kelihatannya akan mewabah ke semua negara di benua Amerika Selatan di mana nyamuk Aedes ditemukan. Kepadatan penduduk di suatu tempat juga bisa mempercepat penyebaran virus ini.

Pekan lalu di Florida, tiga warga Amerika Serikat yang baru kembali dari Venezuela dan Kolombia mengidap virus zika. Tiga warga inggris yang baru bepergian dari Kolombia, Suriname, dan Guyana juga diketahui mengidap virus zika. [pan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini