Video Turis Korea Marah-Marah Karena Toko di Saudi Tutup Saat Waktu Salat

Rabu, 27 November 2019 12:32 Reporter : Hari Ariyanti
Video Turis Korea Marah-Marah Karena Toko di Saudi Tutup Saat Waktu Salat Turis Korea di Arab Saudi. ©2019/YouTube

Merdeka.com - Sebuah video turis Korea marah-marah karena toko dan restoran tutup di Arab Saudi selama waktu salat menyebar di Twitter dan responsnya beragam. Ada yang merespons dengan lucu dan juga geram.

Pemuda Korea tersebut merekam dirinya di tengah jalanan yang sepi.

"Saya ingin makan siang tapi restoran-restoran tutup lagi. Tak ada satu pintu pun yang buka," ujarnya dalam video tersebut, sebagaimana dilansir dari laman Alaraby, Rabu (27/11).

Dia kemudian menunjuk penanda sebuah toko dan mengatakan: "Di situ tertulis toko itu buka 24 jam tapi tutup."

"Ini buat saya stres. Di Arab Saudi waktu berdoa mereka lama. Kalian tidak bisa keluar untuk makan siang atau makan malam. Apakah saya perlu membeli sesuatu untuk dimakan lebih awal," tambahnya.

Tagar dalam bahasa Arab yang berarti "penutupan toko selama waktu salat", menjadi trending di Twitter sebagai respons atas video tersebut. Banyak pengguna media sosial juga membagi pengalaman yang sama seperti turis Korea tersebut.

"Saya bosan dengan pegawai stasiun yang pergi salat 15 hingga 10 menit sebelumnya," tulis seorang pengguna.

"Itu benar-benar membedakan kami dan tak masalah penjaga toko untuk salat, tetapi memalukan bagi mereka yang menutup (toko) lebih dari tiga puluh menit dari waktu yang mereka butuhkan untuk berdoa," tulis yang lain.

Video turis Korea di Arab Saudi:

1 dari 1 halaman

Wajib Tutup

Toko biasanya tutup selama waktu salat di beberapa negara Muslim karena pemilik toko pergi ke masjid untuk salat. Di Arab Saudi, toko diwajibkan tutup selama waktu salat.

Arab Saudi baru-baru ini mulai membuka diri untuk turis sebagai bagian upaya putra mahkota, Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) mengubah citra sebagai negara yang modern, muda dan giat setelah beberapa dekade lekat dengan konservatisme Islam Wahabi.

Arab Saudi juga telah meluncurkan program visa turis untuk meningkatkan jumlah kunjungan ke kerajaan tersebut, setelah sektor ekonomi dihantam menurunnya harga minyak. Program visa kunjungan mengizinkan wisatawan dari 49 negara mengunjungi salah satu negara paling tertutup di dunia itu. Selama bertahun-tahun, orang asing yang diizinkan masuk ke negara tersebut utamanya jemaah haji atau umrah dan pengusaha. [pan]

Baca juga:
Saudi dan Indonesia Negosiasi Soal Rizieq
Bertemu Mahfud MD, Dubes Arab Saudi Bantah Bahas Rizieq Shihab
Putra Mahkota Saudi Pakai Jaket Barbour Bikin Warganet Heboh
Rouhani Tuding AS, Israel, dan Saudi Dalang Kerusuhan dalam Demo Kenaikan BBM di Iran
Mantan Imam Masjidil Haram Tegaskan Nabi Muhammad Tak Larang Musik dan Nyanyi
Menteri Arifin: Kerjasama Saudi Aramco-Pertamina Mulai Temukan Titik Cerah

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini