Varian Delta Bisa Segera Jadi Virus Corona Dominan dan Ancaman Baru Sistem Kesehatan

Kamis, 17 Juni 2021 08:51 Reporter : Hari Ariyanti
Varian Delta Bisa Segera Jadi Virus Corona Dominan dan Ancaman Baru Sistem Kesehatan Ilustrasi Virus Corona. ©2020 Merdeka.com/ cdc

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 menjadi ajang unjuk kekuatan antara varian virus yang muncul. Ada empat varian yang beredar saat ini yaitu varian Delta atau B.1.617.2 yang pertama kali muncul di India, varian Alpha yang muncul di Inggris, varian Beta yang pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan; dan varian Gamma, pertama kali terlihat di Brasil.

Di antara keempat varian tersebut, Delta dengan cepat menjadi yang varian yang paling mengkhawatirkan.

Pejabat kesehatan memperingatakan negara-negara yang telah berhasil mengatasi pandemi, varian Delta bisa menjadi ancama baru yang menggagalkan keberhasilan tersebut. Negara yang masih berkutat dengan krisis seperti India juga diperingatkan bahwa varian ini bisa memperburuk situasi.

Para peneliti menemukan varian Delta setidaknya 60 persen lebih mudah menular daripada varian Alpha, varian dominan di AS, menurut departemen Kesehatan Masyarakat Inggris.

Menurut laporan para dokter di China, pasien varian Delta di sana mengalami gejala lebih cepat dan lebih parah daripada orang yang terinfeksi varian lain. Beban virus (viral load) juga naik lebih cepat dan menurun lebih lambat.

Namun, ahli epidemiologi mengatakan mungkin terlalu dini untuk memastikan apakah varian Delta menyebabkan penyakit yang lebih parah, dan penting untuk mengenali bahwa faktor-faktor lain, seperti lockdown atau pembatasan dan tingkat vaksinasi, mungkin juga memengaruhi penyebaran penyakit.

“Saya cukup berhati-hati untuk memasukkan terlalu banyak telur ke dalam keranjang karena 'varian memperburuk keadaan'” jelas Dr. Gigi Gronvall, akademisi di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins Fakultas Kesehatan Masyarakat Bloomberg.

“Sangat mudah bagi beberapa pemimpin politik untuk menyalahkan varian seperti tindakan Tuhan atas keputusan kebijakan yang mengarah pada situasi yang kita hadapi,” lanjutnya, dikutip dari TIME, Rabu (16/6).

Baca Selanjutnya: Menurut Direktur Institut Nasional Alergi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini