Usai divonis 5 tahun bui, Yingluck Shinawatra minta suaka di Inggris

Jumat, 29 September 2017 10:49 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Usai divonis 5 tahun bui, Yingluck Shinawatra minta suaka di Inggris Yingluck Shinawatra. ©Reuters

Merdeka.com - Mantan Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra, yang divonis lima tahun penjara karena korupsi proyek subsidi pembelian beras dikabarkan mengajukan suaka politik di inggris. Sebelumnya dia dikabarkan sempat bersembunyi di rumah kakaknya juga mantan perdana menteri, Thaksin Shinawatra, di Dubai, Uni Emirat Arab.

Menurut sumber sekaligus sejawat Yingluck di Partai Pheu Thai, politikus perempuan itu kini sudah berada di Inggris. Dia pergi dari rumah kakaknya dua pekan lalu, seperti dilansir dari laman CNN, Jumat (29/9).

Kendati demikian, Kantor Urusan Dalam Negeri Inggris yang biasa mengurus soal suaka menolak berkomentar ketika ditanyakan perihal permohonan suaka politik Yingluck.

Perdana Menteri junta militer Thailand, Prayuth Chan-ocha, menyatakan kini bersiap menangkap Yingluck usai divonis lima tahun penjara oleh Mahkamah Agung Thailand.

"Kepolisian kini berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Interpol," kata Prayuth, seperti dilansir dari laman Reuters, Kamis kemarin.

Vonis Mahkamah Agung Thailand Yingluck dibacakan secara in absensia. Majelis hakim menyatakan Yingluck bersalah karena mengabaikan peringatan kalau bakal terjadi korupsi dalam proyek subsidi beras, dan dianggap melalaikan tugas.

Aparat Thailand sudah menggelar penyelidikan mengapa Yingluck bisa kabur. Tiga polisi diduga membantu adik mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, itu kabur ke luar negeri.

Yingluck dikudeta tiga tahun lalu. Konflik antara kaum elit konservatif dan orang-orang kaya Thailand dibantu militer, dengan dinasti Shinawatra, mewarnai politik Negeri Gajah Putih selama lebih dari satu dekade. Thaksin juga tersingkir dari puncak kekuasaan karena kudeta pada 2006.

Dinasti Shinawatra sangat populer di mata penduduk daerah pedesaan. Mereka adalah pemilih loyal dan membantu Thaksin serta Yingluck memenangkan pemilihan umum. Namun, pembelian beras di atas harga normal dianggap cuma buat menyenangkan pendukung klan Shinawatra. Sebab, beras itu tidak mungkin diekspor karena pemerintah bakal rugi.

Yingluck terlibat korupsi dalam proyek pembelian beras dari petani dengan banderol di atas harga pasar. Namun, ujungnya mereka malah menimbun beras dan merusak harga di dunia. Namun, celah itu justru disambar oleh Vietnam yang kini menjadi eksportir beras nomor satu di dunia. Yingluck merasa tidak bersalah dan menuduh militer merekayasa kasus itu. Karena kebijakannya, pemerintah junta militer Thailand mengatakan negara merugi USD 8 juta.

Karena khawatir bakal dihukum berat, Yingluck konon kabur ke Dubai. Dia sempat bersembunyi di rumah Thaksin Shinawatra, di kompleks Emirates Hills. Thaksin juga lari dari proses hukum perkara rasuah membelitnya. [ary]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini