Usai Diperiksa Polisi 10 Jam, Zakir Naik Minta Maaf kepada Warga Malaysia

Selasa, 20 Agustus 2019 13:25 Reporter : Pandasurya Wijaya
Usai Diperiksa Polisi 10 Jam, Zakir Naik Minta Maaf kepada Warga Malaysia zakir naik. ©2019 thestar.com.my

Merdeka.com - Tokoh muslim kontroversial Malaysia Zakir Naik hari ini meminta maaf kepada publik Negeri Jiran karena pernyataan rasialnya. Naik mengajukan permohonan maaf setelah dia diperiksa polisi selama beberapa jam.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Selasa (20/8), Naik sebelumnya menuai kecaman lantaran dia menyinggung soal etnis dan kaum minoritas di Malaysia. Dia sempat mengatakan orang Hindu di Malaysia punya hak '100 kali lebih banyak' ketimbang minoritas muslim di India dan orang China Malaysia adalah pendatang.

Kemarin Naik diperiksa polisi selama 10 jam.

"Sama sekali bukan maksud saya untuk membuat marah individu atau kelompok masyarakat," kata dia dalam pernyataannya hari ini.

"Ucapan saya bertentangan dengan ajaran Islam dan saya ingin menyampaikan permintaan maaf atas kesalahpahaman ini," kata Naik.

1 dari 2 halaman

Dilarang ceramah

Ahad lalu Kepala Menteri (setara Gubernur) Melaka, Malaysia, Adly Zahari kemarin melarang Naik untuk memberikan ceramah di wilayahnya. Adly mengatakan, larangan tersebut dilakukan untuk menghindari masalah yang berkaitan dengan hubungan antar ras.

"Kami ingin mempertahankan ini (kerukunan antar ras). Jadi, kami memutuskan untuk tidak mengizinkan Zakir mengadakan pembicaraan atau pertemuan di sini," ungkapnya seperti yang dikutip The Star pada Senin (19/8).

Tidak hanya di Melaka, Zakir Naik juga dilarang memberikan ceramah di enam negara bagian Malaysia lainnya yaitu Johor, Selangor, Penang, Kedah, Perlis, dan Sarawak. Larangan ceramah itu dikeluarkan menyusul pernyataan Naik yang menyarankan etnis China Malaysia diusir dari negara. Pernyataan kontroversial itu membawa Naik berurusan dengan pihak berwajib.

Kepolisian Bukit Aman, Malaysia menyelidiki Naik dengan Pasal 504 KUHP tentang penghinaan yang disengaja dengan maksud untuk memprovokasi. Sebelumnya, pihak kepolisian telah menerima 115 laporan atas komentar rasial yang diucapkan Naik saat memberikan ceramah di Kota Baru, Kelantan, Malaysia pekan lalu.

2 dari 2 halaman

Diusulkan dideportasi

Rabu lalu dua menteri Malaysia mengatakan kepada Perdana Menteri Mahathir Mohamad dalam rapat kabinet agar Naik dideportasi karena ujarannya mengandung hasutan kebencian.

"Kami sudah menyampaikan pandangan bahwa tindakan harus diambil. Zakir Naik harusnya tidak boleh lagi tinggal di Malaysia," kata Menteri Komunikasi dan Multimedia Gobind Singh Deo dan Menteri Sumber Daya Manusia M Kuasegaran dalam pernyataan bersama, seperti dilansir laman Aljazeera, Kamis (14/8).

"Perdana Menteri harus mencermati keprihatinan kami. Kami serahkan kepada beliau keputusan apa yang akan diambil untuk mengatasi masalah ini."

Naik menyinggung soal komunitas etnis China ketika dia menanggapi seruan agar dirinya dideportasi.

"Seseorang menyebut saya cuma pendatang. Saya jawab, sebelum saya ada orang China yang lebih dulu jadi pendatang. Kalau Anda ingin pendatang yang baru pergi, mintalah pendatang lama yang duluan pergi," kata Naik.

"Orang China tidak lahir di sini, sebagian tidak lahir di sini. Generasi baru mungkin iya," kata Naik ketika berbicara di Negara Bagian Kelantan 8 Agustus lalu.

Tagar #ZakirNaik Rabu lalu melonjak naik ke urutan ketiga di Twitter Malaysia ketika ujarannya menyebar di media sosial.

Naik kemudian menuduh media memelintir kata-katanya dan salah mengutip omongannya.

"Hormat saya kepada pemerintah Malaysia atas perlakuan Islami dan adil kepada seorang minoritas Hindu yang omongannya dipelintir dan salah dikutip untuk kepentingan politik dan menciptakan keresahan publik," ujar Naik dalam pernyataannya kepada wartawan dua hari lalu.

Namun rekaman video pidato Naik yang diunggah portal Malaysiakini memperlihatkan dia memang mengucapkan kata-kata yang menyerang orang Hindu Malaysia dan etnis China.

Zakir Naik diberi izin tinggal permanen di Malaysia oleh pemerintahan sebelumnya. Pria 53 tahun itu sudah tinggal di Negeri Jiran selama tiga tahun.

Baca juga:
Zakir Naik Dilarang Ceramah di Malaysia
Ketika Ujaran Zakir Naik Bikin Berang Malaysia
Tokoh-tokoh ini pernah bertemu Rizieq di Arab Saudi
Jadi tersangka terorisme di India, Zakir Naik sembunyi di Malaysia
Paspornya dicabut, Zakir Naik tak punya kewarganegaraan

[pan]
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini