UNESCO: Borobudur adalah Contoh Paling Hebat dari Harmonisasi Agama

Senin, 2 Desember 2019 13:00 Reporter : Hari Ariyanti
UNESCO: Borobudur adalah Contoh Paling Hebat dari Harmonisasi Agama Candi Borobudur. ©Indonesia.travel

Merdeka.com - Candi Borobudur yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah adalah bangunan bersejarah yang telah lama diakui sebagai warisan budaya dunia oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya PBB atau UNESCO. Berdiri megah di tengah-tengah lingkungan yang berpenduduk mayoritas muslim, candi umat Buddha ini tetap terjaga keindahan dan kemegahannya.

Karena itulah Borobudur digambarkan UNESCO sebagai contoh paling hebat dari harmonisasi kehidupan beragama di Indonesia. Demikian disampaikan Perwakilan UNESCO Indonesia, Shahbaz Khan dalam acara United Nations Day 2019, Warisan Indonesia untuk Perdamaian Dunia dan Pembangunan Berkelanjutan di Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (2/12).

"Bagi saya Borobudur adalah warisan budaya dunia yang sangat spesial bagi saya karena dibangun oleh umat Buddha dan dikembangkan oleh orang Indonesia. Itu adalah contoh nyata dari harmonisasi beragama dan saling menghormati," jelasnya.

Dalam hal ini, Indonesia juga memiliki kesamaan dengan Afghanistan yang sama-sama memiliki warisan budaya dunia yang dibangun umat Buddha. Di Bamiyan, Afghanistan, terdapat situs bersejarah umat Buddha dan terdapat patung Buddha terbesar di dunia.

1 dari 2 halaman

49 Warisan Nasional dari Warisan Budaya Dunia

UNESCO, lanjut Shahbaz, akan memimpin Indonesia (Borobudur) dan Afghanistan (Bamiyan) dalam sebuah program pengembangan situs budaya yang bisa berkontribusi bagi perdamaian dunia ke depan.

Shahbaz menyampaikan, untuk pencapaian pembangunan berkelanjutan pada 2030, hal itu tak mudah. Untuk mencapainya, perlu kerja keras untuk pertumbuhan ekonomi, kota yang berkelanjutan, mengurangi ketimpangan sosial dan paling penting adalah bagaimana menciptakan masyarakat yang damai dan sejahtera.

Sementara itu, Dirjen Kerjasama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Febryan Ruddyard menyampaikan pihaknya berharap penetapan warisan budaya Indonesia sebagai warisan dunia tak hanya membawa manfaat bagi Indonesia tapi juga dunia, salah satunya untuk perdamaian dunia. Saat ini telah ada 49 warisan nasional yang telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia, salah satu yang terbaru adalah situs budaya warisan tambang batubara Ombilin, Sawahlunto, Sumatera Barat.

"Warisan kita merupakan kehidupan dan inspirasi yang tidak tergantikan, dan warisan kita kaya akan filosofi, erat kaitannya dengan pendidikan dan kebudayaan. Warisan kita menjadi bagian penting dalam mewujudkan perdamaian dunia dan pembangunan berkelanjutan," jelasnya.

Febryan mengatakan, Indonesia mendapat banyak manfaat dari penetapan warisan budaya dunia oleh UNESCO mulai dari perlindungan sampai pembinaan. Dia pun berharap penetapan 49 warisan dunia ini bisa bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

"Suatu prestasi yang luar biasa dan saya rasa masih banyak hal yang bisa kita lakukan bersama-sama untuk ke depan. Tentunya kita mendapatkan manfaat yang sangat besar dari pengakuan dunia terhadap warisan nasional kita, mulai dari perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan dalam rangka memajukan kebudayaan nasional untuk sebesar-besarnya manfaat bagi kesejahteraan masyarakat kita," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Budaya Tak Sekadar Dilestarikan

Febryan menyampaikan, budaya tak hanya perlu dilestarikan tapi juga harus dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Hal ini juga merupakan salah satu bentuk perlindungan warisan budaya.

"Ini adalah salah satu proteksi terbaik dari budaya, dikembangkan dan dimanfaatkan," jelasnya.

"Tentunya budaya ini tidak bisa kita lihat lepas sendiri tetapi kita kaitkan bagaimana budaya ini bisa berkontribusi pada pencapaian global peace dan satu lagi yang penting sustainable development yang kita sama sama punya target 2030," lanjutnya.

Seluruh objek tujuan pembangunan berkelanjutan harus tercapai dalam 10 tahun ke depan. Untuk mencapai hal itu, menurut Febryan bukan hanya soal keamanan negara, tapi juga keamanan masyarakatnya.

"Sebenarnya warisan budaya dunia begitu sudah diakui bukan punya kita sendiri, eksklusif tapi punya masyarakat dunia. Harapan kita dengan adanya solidaritas masyarakat yang menjaga ini bisa menumbuhkan rasa solidaritas untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia," pungkasnya. [pan]

Baca juga:
Ini Hasil Lengkap Pemenang Borobudur Marathon 2019
Telan Dana Rp10 Triliun, Pembangunan 5 Destinasi Super Prioritas Rampung 2020
Aksi Westlife Hibur Ribuan Penggemar di Candi Borobudur
Jokowi Nilai Perkembangan Destinasi Wisata Candi Borobudur Masih Lambat
Jokowi Minta Pengelola Batasi Jumlah Pengunjung yang Naik ke Candi Borobudur

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini