Ulama Iran kecam pernyataan Ahmadinejad soal kebangkitan Chavez

Jumat, 8 Maret 2013 13:33 Reporter : Vincent Asido Panggabean
Ulama Iran kecam pernyataan Ahmadinejad soal kebangkitan Chavez Ayatullah Ahmad Khatami. ©islamicinvitationturkey.com

Merdeka.com -

Ulama ternama Iran, Ayatullah Sayid Ahmad Khatami, hari ini mengecam Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad lantaran menyebut Presiden Venezuela Hugo Chavez akan hidup kembali dan datang ke dunia ini bersama Yesus Kristus.

"Saya rasa sudah cukup jika dia hanya mengirim pesan diplomatik tanpa harus melibatkan isu-isu ideologis atau konotasi agama," kata Khatami saat memberikan khotbah salat Jumat. Dia juga menyebut pernyataan Ahmadinejad itu terlalu berlebihan, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Jumat (8/3).

"Saya tidak ragu-ragu mengatakan Chavez akan kembali ke dunia bersama dengan Yesus Kristus. Dia akan membawa kedamian, keadilan, kesempurnaan bagi semua orang," ucap Ahmadinejad dua hari lalu, seperti dikutip surat kabar the Guardian.

Ahmadinejad menyatakan hal itu sehari setelah pengumuman hari berkabung buat kematian Hugo Chavez. Dalam pesannya, presiden Negeri Mullah itu juga menyatakan sangsi terkait penyakit yang diderita Chavez. Dia kemudian menyebut lelaki 58 tahun itu akan bangkit bersama Yesus suatu saat nanti.

Namun, Khatami mengkritisi pernyataan Ahmadinejad dengan sebutan sangat ceroboh. Dia menjelaskan ucapan seperti itu dapat menyulut reaksi dari lembaga-lembaga keagamaan di Iran.

Pernyataan seperti itu memang bukan yang pertama pernah dikatakan Ahmadinejad. Pada September tahun lalu, Ahmadinejad bahkan mengatakan tentang hari kebangkitan dan kedatangan sang Mesias itu saat menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Kedatangan Juru Selamat akan menandai hari baru, dunia baru, dan hari kebangkitan. Hal ini juga menjadi awal perdamaian, keamanan dan kehidupan abadi," kata Ahmadinejad kala itu. "KedatanganNya akan menjadi hari terakhir bagi penindasan, tunasusila, kemiskinan, diskriminasi, dan menjadi awal perdamaian, kasih, dan empati."

Ahmadinejad dan Chavez memang dikenal sekutu dekat. Keduanya bahkan menyatakan sebagai simbol persatuan yang akan melawan imperlisme Amerika Serikat.

Chavez dinyatakan meninggal pada Selasa (5/3), sekitar pukul 16.25 waktu Ibu Kota Caracas, Venezuela, setelah hampir dua tahun berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya.

[fas]

Topik berita Terkait:
  1. Iran
  2. Mahmud Ahmadinejad
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini