Tutupi Kasus Pemerkosaan, Universitas Al-Azhar Didemo Ratusan Mahasiswi

Rabu, 27 Maret 2019 10:50 Reporter : Ira Astiana
Tutupi Kasus Pemerkosaan, Universitas Al-Azhar Didemo Ratusan Mahasiswi Universitas Al Azhar di Ibu Kota Kairo. bahaifact.wordpress.com

Merdeka.com - Sebanyak ratusan mahasiswa Universitas Al-Azhar, Mesir, mengerahkan aksi demonstrasi di kota Assiut menuntut kejelasan atas kasus pemerkosaan seorang mahasiswi di kampus dua pekan lalu. Mereka meminta agar pejabat kampus mengambil tindakan serius atas kejadian ini dan melakukan perlindungan kepada mahasiswi lain agar insiden serupa tidak terjadi lagi akibat kelalaian pihak kampus.

Kejadian ini dilaporkan pada 18 Maret lalu. Menurut keterangan saksi mata dari universitas, dia mendengar suara teriakan pada pukul 6 sore dari taman terdekat dalam kompleks kampus. Suara-suara tersebut diyakini berasal dari mahasiswi yang sedang diserang dan diperkosa oleh orang tak dikenal.

Mahasiswi tersebut ditemukan dalam keadaan mengenaskan, pakaiannya robek dan bagian tubuhnya berdarah. Dia meninggal ketika dibawa ke rumah sakit. Sementara itu, saksi mata melihat si pemerkosa melarikan diri dengan cara memanjat dinding kompleks.

Namun demikian, pejabat tinggi kampus dengan tegas membantah rumor yang beredar melalui internet dan media ini. Pihaknya mengklaim bahwa mahasiswi korban pemerkosaan itu sedang melakukan perjalanan pulang untuk berlibur dengan orangtuanya saat peristiwa terjadi.

Atas bantahan tersebut, para demonstran menuding pihak kampus sengaja menyembunyikan kasus ini dan membuat kesepakatan dengan keluarga korban untuk tidak mengatakan kejadian sebenarnya.

"Pihak kampus merilis sebuah pernyataan bahwa gadis itu sedang dalam perjalanan pulang dan tidak sedang berada di daerah kampus saat kejadian. Namun saat teman si gadis membantah pernyataan tersebut, dia malah dikeluarkan. Pihak kampus juga mengancam siapapun yang berani membeberkan kejadian sebenarnya akan dikeluarkan," demikian pernyataan salah satu demonstran, dikutip dari albawaba, Rabu (27/3).

"Para mahasiswi berdemo untuk menuntut kejelasan hak dari rekan mereka, sementara petugas keamanan kampus mengepung gedung dan mencegah siapapun meninggalkan area tersebut. Bahkan di kampus sendiri, keamanan para mahasiswi tidak terjamin," tambahnya.

Pihak universitas dengan tegas membuat pernyataan bahwa siapa pun yang menyebarkan berita bohong ini untuk menyebarkan kebingungan dan kepanikan akan dikeluarkan dari kampus. Sementara media pemerintah mengatakan bahwa pengunjuk rasa yang menggelar demo adalah anggota Ikhwanul Muslimin yang menjadi musuh pemerintah saat ini. [ias]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini