Tutup kanal propaganda Korut, YouTube justru dikecam peneliti

Kamis, 14 September 2017 11:59 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Suasana di Pyongyang. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Situs berbagi video YouTube memutuskan menutup sejumlah kanal propaganda pemerintah Korea Utara. Namun, hal itu justru dikecam oleh banyak peneliti karena mereka kini kesulitan mendapatkan bahan riset terkait perkembangan di Korea Utara.

Dilansir dari laman CNN, Kamis (14/9), kebanyakan kanal propaganda Korea Utara di YouTube memutar potongan video dari televisi pemerintah. Bahkan, tayangan di salah satu kanal bernama Uriminzokkiri sudah menyedot jutaan pemirsa.

Salah satu video ditayangkan di kanal Uriminzokkiri beberapa kali sempat menjadi tajuk utama di media massa seluruh dunia. Empta tahun lalu, dalam sebuah video di kanal itu digambarkan bagaimana kalau rudal-rudal Korea Utara menghantam Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat.

"Kanal itu ditutup karena dikeluhkan melanggar hukum," tulis YouTube dalam keterangannya.

YouTube juga menolak menjelaskan ketika didesak soal pelanggaran hukum di dalam tayangan di kanal propaganda Korea Utara.

"Kami bahagia YouTube dijadikan sarana buat berbagi dokumentasi tentang sebuah kegiatan, atau memperlihatkan apa yang terjadi di seluruh sudut dunia. Namun, kami tetap harus tunduk kepada hukum. Kami menutup akun yang berulang kali melanggar aturan buat para pengguna, atau ketika hukum mengharuskan kami melakukan itu," kata seorang juru bicara YouTube.

Ini bukan pertama kalinya YouTube menutup kanal terkait Korea Utara. November tahun lalu, mereka juga melakukan hal sama terhadap akun televisi pemerintah Korea Utara, yang dituduh mendapat keuntungan dari iklan. Namun, materi propaganda Korea Utara juga tidak seluruhnya dihapus dari YouTube. Malah hal itu juga bisa ditemukan di situs serupa milik China, Youku. Meski demikian, langkah itu tetap disayangkan oleh para peneliti isu Korea Utara.

"Sebenarnya hal ini menyulitkan buat menelusuri kegiatan di negara itu," kata peneliti di Middlebury Institute od International Studies, Joshua Pollack.

Diduga penutupan kanal itu lantaran terpengaruh perseteruan antara Amerika Serikat dan Korea Utara. Apalagi Selasa lalu Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menjatuhkan sanksi baru bagi Korea Utara, akibat mereka dianggap keras kepala lantaran melanjutkan uji coba rudal dan bom nuklir.

Padahal, video soal Korea Utara di sejumlah kanal di YouTube menjadi satu-satunya sumber penelitian buat para ilmuwan. Mereka mengatakan dari materi itu mereka belajar memahami bagaimana struktur masyarakat, hubungan antara negara dengan rakyat, serta kekuatan militer Korea Utara.

"Video-video tentang Korea Utara ini menjadi harta sangat berharga bagi kami yang merupakan orang asing," kata peneliti di Institute AS-Korea Universitas John Hopkins, Curtis Melvin.

Melvin bahkan langsung menyurati Google yang menjadi induk perusahaan YouTube supaya lekas membuka blokir kanal propaganda Korea Utara itu. Melvin merasa tindakan YouTube menutup kanal Uriminzokkiri dan Tonpomail tidak tepat. Dia menyatakan, kanal Tonpomail dijalankan oleh orang-orang Korea Utara bermukim di Jepang. [ary]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.