Turki Peringatkan China, Tak Semua Uighur Itu Teroris

Kamis, 20 Februari 2020 11:59 Reporter : Hari Ariyanti
Turki Peringatkan China, Tak Semua Uighur Itu Teroris Anak-anak Uighur di Istanbul. ©Ozan Kose/AFP

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu belum lama ini memperingatkan China agar tidak melabeli semua warga Muslim dari etnis Uighur sebagai teroris, menyusul perundingan dengan Menteri Luar Negeri China di Jerman, seperti dilaporkan AFP.

"Apakah itu Turk, Uighur Turk, China Han, Buddha, atau Kristen. Tak benar menyebut semua Uighur Turk teroris hanya karena satu atau dua orang teroris berasal dari satu kelompok etnis tertentu. Dan, juga tak benar menargetkan semua Uighur karena keyakinan dan etnisitasnya," jelasnya kepada wartawan, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (20/2).

Uighur, sebuah kelompok etnis yang mayoritas Muslim berbahasa Turki terutama dari wilayah barat laut China Xinjiang, telah menjadi sasaran persekusi agama dan etnis oleh otoritas China dan dalam beberapa tahun terakhir lebih dari 1 juta orang telah ditahan di kamp-kamp penahanan, kata PBB.

Ankara mengecam "kebijakan asimilasi sistematis China terhadap Uighur" dan perlakuannya terhadap orang-orang etnik Muslim Uighur sebagai "sangat memalukan bagi kemanusiaan."

Baca Selanjutnya: Sejumlah negara mayoritas Muslim khususnya...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. China
  3. Turki
  4. Muslim Uighur
  5. Uighur
  6. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini