Turki Bagikan Masker Gratis untuk 82 Juta Penduduk, Diantar Tukang Pos

Rabu, 8 April 2020 12:03 Reporter : Hari Ariyanti
Turki Bagikan Masker Gratis untuk 82 Juta Penduduk, Diantar Tukang Pos Erdogan dan warga Turki. ©REUTERS/Murad Sezer

Merdeka.com - Turki meluncurkan program pembagian masker bedah untuk semua penduduk di seluruh negeri yang jumlahnya 82 juta jiwa. Program ini diluncurkan untuk melawan penyebaran virus corona.

Pekan ini Turki meluncurkan situs web di mana warga dan penduduk resmi bisa mendaftar untuk mendapatkan lima masker gratis setiap pekan yang akan diantarkan tukang pos.

Pada Jumat lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan aturan baru mewajibkan semua orang menggunakan masker saat berada di tempat kerja maupun pasar. Erdogan juga melarang penjualan masker di tengah tudingan ada pihak yang sengaja menaikkan harga.

"Kita punya persediaan masker yang cukup dan rencana memproduksi untuk semua penduduk kita sampai wabah berakhir," jelas Erdogan pada Senin, dilansir dari The Independent, Rabu (8/4).

"Sebagai pemerintah, kita akan menyediakan masker gratis untuk semua penduduk kita," lanjutnya.

Virus corona telah menewaskan sedikitnya 725 orang di Turki, angka kematian tertinggi kedua setelah Iran di wilayah Timur Tengah. Sedikitnya 34.000 orang dites positif Covid-19.

Turki telah menutup sekolah dan memerintahkan semua penduduk di atas 65 tahun atau di bawah 20 tahun tetap diam di rumah.

1 dari 1 halaman

Pabrik dan Konstruksi tetap Berjalan

Erdogan berjanji akan tetap menjaga roda produksi tetap berlangsung, termasuk perusahaan, pabrik, dan konstruksi tetap berjalan. Hal ini membuat kecewa sejumlah politikus oposisi yang menuntut pemberlakuan lockdown.

"Setiap pabrik yang bisa beroperasi akan tetap beroperasi. Petani-petani kita tidak akan membiarkan lahannya kosong," kata Erdogan.

Larangan penjualan masker berpotensi membunuh sumber pendapatan bagi apotek dan perusahaan alat kesehatan yang telah mendongkrak harga di tengah tingginya permintaan global yang belum pernah terjadi sebelumnya. Turki adalah salah satu produsen APD medis terkemuka di dunia.

Erdogan juga mengumumkan pembangunan dua rumah sakit dengan kapasitas 1.000 tempat tidur untuk mengobati pasien Covid-19 di Istanbul, kota yang paling parah terkena wabah. [bal]

Baca juga:
Satu Pelajar WNI di Turki Positif Corona
Potret Masjid di Sejumlah Negara Sepi Gara-Gara Corona
Warga Asing di Turki Jadi Korban Perundungan akibat Virus Corona
Pelajar Diliburkan Akibat Virus Corona, Turki Beri Akses Internet Gratis Bagi Pelajar
Turki Laporkan Kasus Corona Pertama
Hendak Bertemu Putin di Moskow, Erdogan Dibuat Menunggu Berdiri Hampir 2 Menit

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini