Turki Ajak Negara Muslim Tunjukkan Persatuan & Kebulatan Tekad Dukung Palestina

Senin, 17 Mei 2021 13:59 Reporter : Hari Ariyanti
Turki Ajak Negara Muslim Tunjukkan Persatuan & Kebulatan Tekad Dukung Palestina Menlu Turki Mevlut Cavusoglu. ©2017 REUTERS/Umit Bektas

Merdeka.com - Dalam pertemuan darurat Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada Minggu, Turki mengajak negara-negara Muslim untuk saatnya menunjukkan persatuan dan kebulatan tekad mendukung Palestina. Turki juga siap mengambil langkah apa pun yang diperlukan dalam menanggapi eskalasi terbaru di Palestina. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu.

Dalam pertemuan darurat yang membahas serangan Israel ke Palestina itu, Cavusoglu mengatakan Israel juga menargetkan pers dan setengah dari mereka yang kehilangan nyawa di Gaza adalah perempuan dan anak-anak.

Dia juga mengatakan komunitas internasional memiliki tanggung jawab untuk melindungi warga sipil Palestina dan OKI punya tanggung jawab besar dalam hal ini.

Dia juga menyinggung pentingnya mekanisme perlindungan internasional terhadap warga sipil Palestina sejalan dengan resolusi Majelis Umum PBB 2018.

Dia menekankan, mekanisme ini bisa dibentuk dengan kontribusi finansial dan militer negara-negara donor. Cavusoglu juga menekankan pejabat politik dan militer Israel yang terbukti bersalah melanggar hak-hak rakyat Palestina harus bertanggung jawab. Dalam hal ini, lanjutnya, Pengadilan Pidana Internasional (ICC) memiliki peran khusus.

“Kita harus berpihak pada keadilan dan kemanusiaan. Seharusnya tidak ada lagi pertimbangan. Ini saatnya menunjukkan persatuan dan ketegasan kita. Umat (komunitas Muslim) berharap kepemimpinan dan keberanian kita, dan Turki siap mengambil langkah apa pun yang diperlukan,” jelasnya, dikutip dari Anadolu, Senin (17/5).

Ketegangan meningkat di lingkungan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur dan Masjid Al-Aqsa sejak akhir Ramadan, ketika pasukan dan pemukim Israel menyerang warga Palestina.

Ketegangan meluas dari Yerusalem Timur ke Gaza setelah Hamas berjanji membalas serangan Israel di Al-Aqsa dan Sheikh Jarrah jika mereka tidak menghentikan aksi kekerasannya.

Israel menduduki Yerusalem Timur, di mana Al-Aqsa berada, dalam perang Arab-Israel tahun 1967. Israel kemudian mencaplok seluruh kota pada 1980, tapi langkah tersebut tidak pernah diakui komunitas internasional. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini