Tuai Kecaman, Seorang Pejabat Klaim Peradaban China Lebih Tua dari Mesir Kuno

Sabtu, 26 November 2022 09:12 Reporter : Merdeka
Tuai Kecaman, Seorang Pejabat Klaim Peradaban China Lebih Tua dari Mesir Kuno peradaban china mesir. ©SCMP

Merdeka.com - Klaim kontroversial yang menyatakan ‘China menciptakan peradaban Mesir’ oleh seorang pejabat pemerintah China telah menyebabkan kemunculan berbagai reaksi dan penyelidikan formal.

Yu Ruijun, peneliti senior di Biro Kebudayaan dan Pariwisata Kota Zhangjiakou Provinsi Hebei, China adalah pejabat yang membuat kehebohan itu. Dalam satu artikel online, dia menjelaskan ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa orang China adalah pencipta peradaban Mesir.

Artikel online yang diterbitkan Selasa lalu dan mengundang banyak kontroversi ketika muncul di akun WeChat resmi biro itu kini telah dihapus.

Dalam artikel itu, Yu menjelaskan kunci dasar klaimnya adalah penemuan baskom perunggu dari Periode Musim Semi dan Musim Gugur tahun 770 – 476 sebelum Masehi pada sebuah makam kuno di China.

Baskom itu memiliki pahatan-pahatan yang menurut Yu mirip dengan berbagai pahatan yang ditemukan di peninggalan-peninggalan Mesir kuno. Kemudian Yu menjelaskan lima temuan lain yang mendukung klaimnya, yaitu kesamaan ras bangsa China dan Mesir, peninggalan budaya, teknologi medis, dan satuan ukuran yang digunakan dua peradaban itu.

Meski memiliki kesamaan, namun semua bukti dan penelitian arkeologi seluruh dunia telah menunjukkan peradaban kuno Mesir muncul jauh lebih awal dibanding peradaban China. Klaim Yu pun dapat dibantah dengan berbagai penelitian lain.

2 dari 2 halaman

Bahkan klaim Yu disambut dengan ejekan dan kebingungan dari masyarakat China. Karena klaim itu, Yu kini sedang diselidiki biro tempat dia bekerja.

Zheng Jinsong, wakil kepala Museum Southwest University Chongqing menjelaskan meski terdapat bukti-bukti kesamaan antara peradaban Mesir dan China, namun hingga kini tidak ada klaim yang mendukung jika peradaban China sudah ada terlebih dahulu sebelum peradaban Mesir kuno.

“Ketika datang untuk meneliti asal-usul peradaban, terlalu meremehkan atau meremehkan diri sendiri tidak dapat diterima,” jelas Zheng, dikutip dari South China Morning Post, Jumat (25/11).

Bahkan klaim tidak masuk akal Yu mendapat ejekan dari pengguna media sosial Weibo.

“Tidak, tidak, mari kita tahan itu. Jika kita terus melakukan ini, kita akan menjadi seperti Korea Selatan, yang merupakan asal dari segalanya,” tulis seorang pengguna dengan bercanda.

Sebelumnya pengguna internet (netizen) China sering mengejek netizen Korea Selatan yang kerap mengklaim budaya-budaya China sebagai milik budaya Korea Selatan.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]

Baca juga:
Arkeolog Temukan Mumi Langka Berlidah Emas, Ternyata Kisah di Baliknya Mencengangkan
Ratusan Koin Kuno Senilai Miliaran Rupiah Raib Dicuri di Museum Jerman
Peneliti Dibikin Penasaran dengan Jejak Kaki Misterius Berusia 300.000 Tahun
Bangsa Maya Kuno Punya Tradisi Saling Beri Hadiah Monyet Betina, Ini Tujuannya
Batu Yoni 'Raksasa' Tapal Batas Istana Majapahit Ditemukan, Ada di Tengah Sawah
Arkeolog Temukan Asal Mula Sepak Bola, Bukan dari Inggris
Tukang Ledeng Temukan Pesan dalam Botol Berusia 135 Tahun di Bawah Lantai, Ini Isinya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini