Trump Tegaskan Dukungan Kepada Pangeran Saudi di Tengah Skandal Kematian Khashoggi

Kamis, 13 Desember 2018 13:26 Reporter : Ira Astiana
Trump Tegaskan Dukungan Kepada Pangeran Saudi di Tengah Skandal Kematian Khashoggi trump dan muhammad bin salman. ©Getty

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan terus berada di pihak Pangeran Arab Saudi Muhammad bin Salman meskipun menurut CIA, pemimpin Saudi itu telah memerintahkan pembunuhan terhadap wartawan Jamal Khashoggi.

Trump pun berkeras untuk mempertahankan hubungan dengan Arab Saudi meskipun ada desakan dari senator AS agar Trump mengutuk penguasa de facto kerajaan tersebut karena kasus ini.

Meski tidak membenarkan atau menyangkal Pangeran Muhammad terlibat dengan pembunuhan itu, namun Trump memang telah menunjukkan dukungannya secara jelas untuk Pangeran Muhammad sejak berita pembunuhan Khashoggi merebak lebih dari dua bulan lalu.

"Dia memimpin Arab Saudi. Dan negara itu telah menjadi sekutu yang sangat baik (bagi AS)," tegas Trump dalam sebuah wawancara di Ruang Oval, Istana Kepresidenan AS, dikutip dari Asia One, Kamis (13/12).

Ketika ditanya apakah dirinya akan tetap berada di pihak Pangeran Saudi dalam kasus ini, Trump menjawab, "Untuk saat ini, tentu saja."

Beredar kabar bahwa beberapa anggota kerajaan Saudi saat ini sedang berupaya untuk mencegah Pangeran Muhammad menjadi raja menggantikan Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud. Namun Trump mengaku belum mendengar informasi tersebut.

"Saya belum mendengar itu. Sejujurnya saya tidak bisa berkomentar apapun karena saya belum mendengarnya sama sekali. Bahkan jika benar, saya dengar dia sangat berkuasa," ungkap Trump.

Keputusan Trump untuk tetap berdiri di depan Pangeran Muhammad dan mendukungnya mendapat kecaman keras dari sesama anggota Partai Republik di Senat. Para anggota Senat menilai keputusan Trump tersebut tidak berdasar, terlebih setelah mereka mendapat penjelasan dari Direktur CIA Gina Haspel tentang keterlibatan Pangeran Muhammad dalam pembunuhan Khashoggi.

"Dia sudah pasti buta jika tidak sampai bisa melihat bahwa pembunuhan itu memang ada di bawah perintah dan telah diatur oleh Muhammad bin Salman," kata senator Londsey Graham pekan lalu.

Seperti diketahui, Khashoggi merupakan wartawan Saudi untuk surat kabar AS Washington Post yang dibunuh di kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu. Kematian Khashoggi meninggalkan teka teki yang hingga kini belum terpecahkan.

Pemerintah Turki yakin bahwa pembunuhan Khashoggi diperintahkan langsung oleh penguasa Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman, karena Khashoggi kerap menyuarakan kritik terhadap rezim kerajaan. Pembunuhan itu dilakukan agar membungkam suara Khashoggi terkait pemerintahannya. [ias]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini