Trump dituntut 17 negara bagian karena pisahkan anak imigran dengan orangtuanya

Rabu, 27 Juni 2018 14:55 Reporter : Ira Astiana
Seorang seniman membuat papan bergambar bayi besar di perbatasan Meksiko-AS. AFP / Guillermo Arias

Merdeka.com - Sebanyak 17 negara bagian di Amerika Serikat menggugat Pemerintah Presiden Donald Trump atas kebijakan imigrasinya. Negara-negara tersebut menuntut agar Trump mempersatukan kembali anak-anak imigran yang dipisahkan dari orangtuanya.

New York dan California adalah dua dari negara-negara bagian yang mengajukan tuntutan hukum terhadap Trump.

"Negara-negara tersebut bergabung untuk melakukan tuntutan setelah lebih dari 2.000 anak dipisahkan dari orangtua selama beberapa minggu terakhir, dan dipisahkan di tempat penampungan pemerintah," demikian dilaporkan laman Sky News, Rabu (27/6).

Negara-negara bagian yang menggugat Trump, meminta agar kepala negara tersebut mencabut kembali kebijakan yang memecah belah anak-anak dengan orangtua imigran yang melintasi perbatasan AS-Meksiko secara ilegal.

"Praktik administrasi yang memisahkan seseorang dengan keluarga mereka itu kejam dan terlalu menindas," kata Jaksa Agung New Jerset, Gurbir Grewal.

"Setiap harinya pemerintah sepertinya hanya mengeluarkan kebijakan baru kontradiktif yang mengandalkan justifikasi yang berlawanan," tambahnya.

Ke-17 negara bagian yang semuanya dipimpin oleh jenderal-jenderal dari kubu Demokrat itu bergabung dengan Washington DC dan mengajukan gugatan ke pengadilan federal di Seatle.

Secara terpisah, aktivis hak imigrasi di Los Angeles juga mengajukan tuntutan serupa terhadap Trump.

Hingga berita diturunkan Departemen Kehakiman belum memberikan tanggapan mengenai tuntutan yang diajukan oleh 17 negara bagian maupun oleh Los Angeles. [frh]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini