Trump Berani Bertaruh, Jinping Bisa Redam Demo Hong Kong dalam Waktu 15 Menit

Jumat, 16 Agustus 2019 13:28 Reporter : Merdeka
Trump Berani Bertaruh, Jinping Bisa Redam Demo Hong Kong dalam Waktu 15 Menit Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Fred Dufour/ AFP

Merdeka.com - China tidak akan tinggal diam atas kerusuhan yang terjadi di Hong Kong, Kamis (15/8). Peringatan tersebut dikeluarkan China setelah Presiden Amerikat Serikat Donald Trump mendesak Presiden China Xi Jinping untuk menemui pengunjuk rasa.

"Jika Presiden Xi mau bertemu langsung dengan para pengunjuk rasa, akan ada akhir yang bahagia dan tercerahkan untuk masalah Hong Kong. Saya yakin!" kata Trump dalam akun Twitter, seperti yang dikutip Channel News Asia.

Kepada para awak media, Presiden Trump menyatakan keprihatinannya atas situasi di Hong Kong. Dia meyakini, pertemuan antara Presiden Xi dengan para demonstran akan menjadi solusi terbaik.

"Saya berani bertaruh, dia (Xi Jinping) akan menyelesaikannya dalam 15 menit," ujarnya.

Trump akan segera bicara dengan Presiden Xi. Desakan Trump kepada Xi Jinping untuk menemui para demonstran, didukung Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton. John memperingatkan pemerintah China agar tidak mengulang sejarah Lapangan Tiananmen,saksi bisu demonstrasi mematikan di Beijing 30 tahun yang lalu.

China Siapkan Kekuatan Militer

Berdasarkan gambar yang diambil AFP, Kamis kemarin, ribuan personel militer China berkumpul di Kota Shenzhen, perbatasan China dan Hong Kong. Dalam gambar tersebut, terlihat personel militer China mengibarkan bendera kebangsaannya dan membuat parade di sebuah lapangan olahraga. Channel News Asia menyebut, lusinan armada pengangkut personel dan amunisi juga terparkir di dekat lapangan tersebut.

Media pemerintah China melaporkan pada minggu ini, anggota People's Armed Police (PAP) atau polisi bersenjata rakyat yang berada di bawah komando militer pusat, juga telah disiagakan di Shenzhen.

Dikutip dari Channel News Asia, Duta Besar China untuk London, Liu Xiaoming mengatakan pemerintahnya memiliki solusi dan kekuatan yang cukup untuk meredam kerusuhan (Hong Kong) dengan cepat.

Kerugian Sektor Ekonomi

Selasa (13/8), kericuhan terjadi di Bandara Internasional Hong Kong. Polisi anti huru hara diturunkan untuk mengendalikan situasi. Kekacauan tersebut menyebabkan seluruh penerbangan dari dan menuju Hong Kong sempat dibatalkan, pada Senin hingga Selasa.

Atas kerusuhan yang terjadi berminggu-minggu, tak ayal perekonomian Hong Kong turut terganggu. Kepala Keuangan Hong Kong, Paul Chan memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya mencapai nol hingga satu persen.

Dari bidang ekonomi bilateral, Trump juga sempat menyinggung hubungan dagang antara AS dan China, sebelum akhirnya memita Presiden Xi menemui para demonstran.

Dikabarkan, Amerika dan China telah memberlakukan tarif senilai USD 360 miliar dalam perdagangan dua arah. namun, Trump menunda tarif barang-barang elektronik dari China.

Demonstrasi Hong Kong setidaknya telah berlangsung selama 10 minggu, sejak Rancangan Undang-undang (RUU) Ekstradisi diumumkan. Namun, situasi menjadi semakin serius ketika tuntutan pengunjuk meluas, seiring penangkapan peserta demo hingga bentrok dengan petugas terjadi.

Protes keras rakyat Hong Kong ini dikabarkan menjadi gerakan terburuk bagi otoritas Beijing, sejak Hong Kong dikembalikan oleh Inggris tahun 1997. Sejak lepas dari Inggris, Hong Kong bergabung dengan China daratan, namun memiliki kebebasan khusus untuk mendirikan pemerintahan sendiri.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini