Trump bela diri, larangan muslim masuk AS tiru Perang Dunia II

Rabu, 9 Desember 2015 13:47 Reporter : Ardyan Mohamad
Trump bela diri, larangan muslim masuk AS tiru Perang Dunia II Bakal Capres AS Donald Trump. ©businessinsider

Merdeka.com - Bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, membela diri dari serangan berbagai pihak terkait idenya melarang muslim masuk ke wilayah AS. Dia berdalih, gagasan itu hanya meniru apa yang pernah dilakukan pemerintah Negeri Paman Sam pada Perang Dunia ke-II.

Trump berkaca pada peristiwa penyerangan Pangkalan Pearl Harbour oleh militer Jepang pada 7 Desember 1941. Selang beberapa hari seusai insiden itu, Pemerintah AS menahan semua orang Jepang yang berada di wilayahnya. Begitu pula warga Jerman ataupun Italia yang menjadi musuh sekutu. Lebih dari 110 ribu orang ditahan.

"Apa yang saya usulkan tidak berbeda dari kebijakan Presiden Franklin Delano Roosevert pada masa itu," kata Trump, seperti dilansir Kantor Berita Reuters, Rabu (9/12).

Trump melontarkan ide melarang muslim, baik mahasiswa, wisatawan, sampai pebisnis, masuk ke AS merespon penembakan massal di California. Peristiwa menewaskan 14 orang pekan lalu pelakunya adalah suami-istri imigran muslim dari Pakistan, Syed Farook (28) dan Tashfeen Malik (29). FBI mengatakan penembakan ini dilandasi motif teror.

Trump, pengusaha properti yang sempat menghebohkan Indonesia karena berpidato mengajak Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon, mengatakan maraknya serangan teror dilakukan pelaku berlatar muslim tak bisa dianggap remeh. "Kita harus mencari tahu kenapa ada pihak dari golongan agama tertentu ingin meledakkan gedung-gedung kita, menghancurkan kota-kota kita," ujarnya.

Dalam bayangan Trump, kebijakan melarang muslim masuk ke wilayah AS bisa berlangsung sementara saja, asal sudah dipetakan secara jelas mana saja orang berpotensi melakukan teror. "Larangan ini bisa berlaku singkat, asal seluruh elemen bangsa kita bergerak cepat," kata Trump saat diwawancari Televisi ABC tadi malam waktu setempat.

"Kebijakan ini juga tidak akan berlaku bagi warga muslim yang sudah menjadi warga negara AS, tapi sedang berkunjung ke luar negeri."

Ide Trump segera diserang oleh banyak pihak. Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, mengatakan Trump tidak pantas menjadi bakal capres setelah melontarkan gagasan diskriminatif tersebut.

Sesama bakal capres dari Partai Republik ikut menyerang Trump. Salah satunya Mantan Gubernur Florida, Jeb Bush, lewat akun Twitternya.

"Rencana kebijakan (Trump) tidak serius. Beliau memiliki persoalan mental," tulis Jeb.

Marco Rubio, senator Republik yang juga maju dalam pemilihan capres partainya, menuding Trump punya gagasan yang akan memecah belah warga AS. Komunitas muslim dari seluruh dunia juga mengecam pernyataan Trump. [ard]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini