Trump ancam negara yang masih berbisnis dengan Iran

Rabu, 8 Agustus 2018 15:42 Reporter : Farah Fuadona
Trump ancam negara yang masih berbisnis dengan Iran Presiden AS Donald Trump. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden AS Donald Trump kembali memberlakukan sanksi terhadap Iran. Serta memperingatkan kepada negara lain untuk tidak lagi berbinis dengan Iran. Jika masih ingin berbisnis dengan AS.

"Siapapun yang berhubungan dengan Iran, dilarang berbisnis dengan AS. Saya meminta PERDAMAIAN DUNIA. Tidak lebih!" tulis Trump di Twitter.

Peringatan Trump tampaknya ditujukan pada Uni Eropa, yang berusaha melindungi perdagangan mereka dengan Iran dari sanksi AS.

Sanksi AS secara sepihak diberlakukan kembali usai keputusan Trump mengundurkan diri dari kesepakatan Nuklir Iran yang dibuat pada masa Barack Obama.

Kesepakatan itu, yang secara resmi berjudul Rencana Aksi Komprehensif Bersama, atau JCPOA, adalah perjanjian penting untuk membatasi program nuklir Iran sebagai imbalan atas pencabutan sanksi internasional.

Disusun oleh pemerintahan Obama, ditandatangani oleh Iran, beberapa negara Eropa, China dan Rusia pada tahun 2015.

Trump telah lama menjadi pengkritik keras kesepakatan itu, dan menyebutnya sebagai sesuatu yang 'gila' jika dipertahankan, dilansir dari CNN, Rabu (8/8).

Sejak keluar dari kesepakatan tersebut pada Mei, AS mulai mempengaruhi perekonomian, industri otomotif dan perdagangan emas atau logam mulia.

Tahap kedua sanksi AS akan mulai berlaku pada November dan akan menargetkan industri minyak yang merupakan sektor utama pendapatan Iran.

Presiden Iran Hassan Rouhani menggambarkan sanksi itu sebagai 'perang pyschological'. Ia menyatakan Iran bersedia mengadakan pembicaraan dengan AS untuk menyelesaikan masalah ini. [frh]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini