Transkrip Lengkap Pidato Joe Biden Usai Pelantikan, Serukan Pemulihan dan Persatuan

Kamis, 21 Januari 2021 10:24 Reporter : Hari Ariyanti
Transkrip Lengkap Pidato Joe Biden Usai Pelantikan, Serukan Pemulihan dan Persatuan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden AS. ©2021 REUTERS/Pool/Saul Loeb

Merdeka.com - Joe Biden telah resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke-46 pada Rabu (20/1) siang waktu Washington, DC. Biden diambil sumpahnya dengan Alkitab warisan keluarganya selama ratusan tahun. Setelah pengambilan sumpah jabatan, tak lama kemudian Biden menyampaikan pidato pertamanya sebagai Presiden AS.

Berikut transkrip lengkap pidato Joe Biden:

Kepala Hakim Agung Roberst, Wakil Presiden Harris, Ketua DPR Pelosi, Ketua Schumer, Ketua McConnell, Wakil Presiden Pence, para hadirin, dan seluruh kawan Amerika saya.

Ini adalah hari Amerika. Ini adalah hari demokrasi. Hari sejarah dan harapan. Pembaruan dan perubahan. Melewati masa-masa berat Amerika diuji lagi dan Amerika bangkit menghadapi tantangan.

Hari ini, kita merayakan kemenangan bukan dari seorang kandidat, tetapi karena sebuah perjuangan, perjuangan demokrasi. Kehendak rakyat telah didengar dan kehendak rakyat telah diperhatikan.

Kita telah belajar lagi bahwa demokrasi itu berharga. Demokrasi itu rapuh. Dan pada jam ini, kawan-kawanku, demokrasi telah menang.

Jadi sekarang di tanah yang keramat ini di mana beberapa hari lalu kekerasan berusaha menghancurkan fondasi Capitol, kita datang Bersama-sama sebagai satu bangsa, berkat Tuhan, tak terpecahkan, melakukan transisi kekuasaan dengan penuh damai sebagaimana yang kita lakukan lebih dari dua abad.
Kita melihat ke depan dengan cara unik Amerika kita – resah, berani, optimis – dan mengarahkan pandangan kita pada bangsa yang kita tahu kita bisa dan kita harus menjadi apa.

Saya berterima kasih pada pendahulu saya dari kedua partai atas kehadiran mereka di sini. Saya berterima kasih dari hati saya yang paling dalam.

Kita tahu ketegasan Konstitussi kita dan kekuatan bangs akita.

Seperti halnya Presiden Carter, dengannya saya berbicara semalam tapi tak bisa hadir Bersama kita hari ini, tapi kita menghormatinya atas jasanya selama ini.

Saya baru saja disumpah sebagaimana para patriot ini dulu – sebuah sumpah jabatan yang pertama kali diucapkan George Washington.

Tapi kisah Amerika tak hanya bergantung pada satu orang dari kita, tidak beberapa dari kita, tapi semua kita.

Pada kalimat “Kitalah Rakyat” mencari Persatuan yang lebih sempurna. Ini adalah bangsa besar dan kita adalah rakyat yang baik.

Selama berabad-abad melalui badai dan perselisihan, dalam perdamaian dan dalam perang, kita telah sampai sejauh ini. Tapi kita masih harus terus melangkah.

Kita akan terus maju dengan kecepatan dan keterdesakan, karena banyak hal harus kita lakukan di musim dingin yang berisiko dan penuh kemungkinan ini.

Banyak yang harus diperbaiki. Banyak yang harus dipulihkan. Banyak yang harus dipulihkan. Banyak yang harus dibangun. Dan banyak yang harus dicapai.

Beberapa periode dalam sejarah bangsa kita lebih menantang dan sulit daripada di mana kita sekarang.

Baca Selanjutnya: Sekali dalam satu abad virus...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini