Tragis, Bocah 7 Tahun Palestina Tewas karena Jatuh Saat Dikejar Tentara Israel

Jumat, 30 September 2022 16:07 Reporter : Merdeka
Tragis, Bocah 7 Tahun Palestina Tewas karena Jatuh Saat Dikejar Tentara Israel rian sulaiman. ©Wafa

Merdeka.com - Seorang bocah tujuh tahun Palestina kemarin tewas setelah jatuh dari ketinggian ketika lari dari kejaran tentara Israel di Desa Tuqu di Betlehem. Demikian kata petugas medis setempat.

Rumah Sakit Beit Jala mengumumkan kematian Rayyan Yasir Sulaiman setelah upaya menyelamatkan nyawanya gagal.

Wakil juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyatakan mereka menuntut agar Israel menyelidiki secara menyeluruh atas kematian bocah itu.

“Kami berduka dengan kematian seorang anak yang tidak bersalah,” jelas wakil juru bicara, Vedant Patel, seperti dilansir Haaretz, Kamis (29/9).

Menurut penduduk setempat, anak itu meninggal saat pasukan Israel sedang melakukan aktivitas militernya di sekitar rumah keluarganya di Kota Teqoa dekat Betlehem, wilayah Tepi Barat.

Namun Paman Rayyan, Muhammad Sulaiman menjelaskan keponakannya mengalami serangan jantung ketika pasukan Israel datang ke rumahnya untuk menangkap dua kakaknya berumur 8 dan 10 tahun yang diduga melempar batu ke arah pasukan Israel.

Namun Kementerian Kesehatan Israel menyangkal pernyataan paman Rayyan. Menurut mereka Rayyan meninggal karena jatuh saat sedang dikejar pasukan Israel.

Pejabat pertahanan Israel juga mengungkap pasukan Israel kala itu datang ke rumah Rayyan hanya untuk menanyai orang tuanya tentang insiden pelemparan batu yang terjadi sebelumnya.

Namun penduduk setempat mengatakan Rayyan dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis dan dinyatakan meninggal setelah itu.

Militer Israel segera mendalami kasus ini dan kemarin mengeluarkan pernyataan “klaim tentang kematian anak di bawah umur telah diketahui. Penyelidikan awal tidak menemukan hubungan antara kematiannya dan aktivitas tentara di wilayah itu.”

Tetapi paman Rian mengatakan Rayyan berada di rumah bersama kedua kakaknya ketika pasukan Israel datang dan menggedor dengan keras pintu rumah untuk menangkap kedua kakak Rayyan.

“Ayah Rayyan membuka pintu dan para tentara masuk. Kemudian, ada keributan dan banyak teriakan. Karena takut, Rayyan pingsan dan terkena serangan jantung,” jelas Sulaiman.

“Dia adalah anak laki-laki yang benar-benar sehat penuh dengan kebahagiaan, dan dalam beberapa menit kami kehilangan dia,” lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Menurut militer Israel, pasukan mereka kala itu sedang mengejar anak-anak yang diduga melempar batu tetapi mereka kehilangan jejak.

“Di dekat salah satu rumah, tentara melihat seorang ayah berdiri bersama anak-anaknya dan mengidentifikasi mereka sebagai anak-anak yang melempar batu, meskipun tidak jelas apakah mereka adalah anak-anak yang sama. Tentara itu berbicara kepada sang ayah tanpa kehadiran anak-anak, dan setelah dia meninggalkan rumah, pria itu mulai berteriak, membuat petugas menyadari anak itu dalam bahaya. Menurut petugas, dia tidak tahu bahwa anak itu terluka,” jelas militer Israel.

Sebelumnya pasukan Israel melakukan penggerebekan dan penyerangan di Jenin pada Rabu lalu. Penggerebekan itu membunuh 4 warga Palestina dan melukai 44 lainnya.

Militer Israel mengungkap mereka mengirim pasukannya untuk menangkap Abed Fathi Hazem, kakak dari militan Palestina bernama Raad Hazem yang diduga membunuh 3 orang di Kota Tel Aviv pada April lalu.

Serangan pasukan Israel di Jenin mendorong Fatah, organisasi gerakan nasional pembebasan Palestina untuk menyatakan hari itu sebagai “hari kemarahan”.

Serangan Rabu itu kembali menunjukkan situasi penduduk Palestina di bawah kekuasaan Israel.

“Pendudukan Israel masih meremehkan kehidupan rakyat Palestina kami, dan merusak keamanan dan stabilitas dengan melanjutkan kebijakan eskalasinya,” jelas juru bicara Presiden Palestina, Nabil Abu Rudeineh.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]

Baca juga:
Ini Bukti Brutalnya Israel, Pria Tua Dipukul Hingga Jatuh karena Bela Warga Palestina
Israel Bunuh Empat Warga Palestina dalam Operasi Penggerebekan di Tepi Barat
Pendeta Palestina Minta Umat Kristen Lindungi Masjid Al-Aqsa dari Serbuan Israel
Mengerikan Israel Pasang Senjata Otomatis Bak CCTV, Siap Tembak Warga Palestina
Ekstremis Yahudi Israel Serang Warga Palestina di Yerusalem, 20 Orang Terluka
Imam Masjid Al-Aqsa Dukung Kurikulum Anti-Israel di Sekolah Palestina
Sabra, Superhero Israel Agen Mossad yang Tuai Kecaman
Israel Akhirnya Akui Kemungkinan Besar Tentaranya Bunuh Jurnalis Shireen Abu Aqla
Jatuh Cinta dengan Orang Palestina Wajib Lapor ke Aparat Israel

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini