Topan Haiyan dekati Vietnam, 600 ribu orang dievakuasi

Reporter : Vincent Asido Panggabean | Minggu, 10 November 2013 16:02
Topan Haiyan dekati Vietnam, 600 ribu orang dievakuasi
Topan Haiyan di Filipina. ©REUTERS/Erik De Castro

Merdeka.com - Pihak berwenang Vietnam hari ini mengatakan bahwa lebih dari 600 ribu orang telah dievakuasi saat Topan Super Haiyan menyimpang ke arah Vietnam, setelah sebelumnya menghantam Filipina dan membunuh ribuan orang serta menyebabkan kehancuran.

"Kami telah mengevakuasi lebih 174 ribu keluarga, yang setara dengan lebih dari 600 ribu orang," kata seorang pejabat dari departemen penanggulangan bahaya banjir dan badai Vietnam tidak disebutkan namanya, seperti dilansir situs asiaone.com, Ahad (10/11).

Badai itu diperkirakan akan menerjang Vietnam besok pagi waktu setempat, setelah berubah arah dan mendorong terjadinya evakuasi massal di Provinsi Nghe An, sebelah utara Vietnam, sekitar 230 kilometer dari Ibu Kota Hanoi.

Namun, sekitar 200 ribu orang yang telah dievakuasi kemarin di empat provinsi di bagian tengah Vietnam telah diizinkan untuk kembali ke rumah mereka.

"Haiyan dengan cepat bergerak ke arah utara dan barat laut, dengan kecepatan hingga 35 kilometer per jam," ujar biro cuaca Vietnam dalam sebuah pernyataannya.

Badan meteorologi Vietnam menambahkan bahwa sistem cuaca topan itu telah melemah di atas Laut China Selatan dan diharapkan akan memukul dengan badai kategori 1 atau di tingkat lemah.

Pusat topan diperkirakan akan mencapai daratan besok sekitar pukul 7.00 waktu setempat, dengan kecepatan angin sekitar 74 kilometer per jam.

Maskapai penerbangan nasional Vietnam Airlines mengatakan pihaknya telah membatalkan sekitar 62 penerbangan baik dari dan menuju ke propinsi bagian tengah dikarenakan cuaca buruk.

Para pejabat dari badan penanggulangan bencana mengatakan setidaknya empat orang tewas di saat ingin bersiap untuk melarikan diri dari topan. Namun, mereka tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Topan Haiyan menghantam Filipina dua hari lalu dengan kecepatan angin sekitar 315 kilometer per jam, dan menyebabkan badai skala besar serta memotong jalan-jalan melalui seluruh kota.

Pihak berwenang Filipina mengatakan topan itu diyakini telah membunuh lebih dari 10 ribu orang di Filipina dan hancur area yang luas di Kota Tacloban, Provinsi Leyte.

Selain itu juga dikabarkan bahwa topan telah merenggut 300 korban jiwa dan hampir 2.000 orang lainnya hilang di Pulau Samar.

Vietnam Tengah baru-baru ini telah terpukul oleh dua topan lainnya, yakni Wutip dan Nari, yang memembanjiri jalan, merusak tanggul-tanggul laut, dan menghancurkan atap dari ratusan ribu rumah.

[fas]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE