Tolak kerja sama dengan Pentagon, belasan karyawan Google mundur

Rabu, 16 Mei 2018 15:22 Reporter : Ira Astiana
Tolak kerja sama dengan Pentagon, belasan karyawan Google mundur Ilustrasi Google. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Merdeka.com - Belasan karyawan Google mengundurkan diri dari pekerjaan mereka. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes karena perusahaan tersebut bekerja sama dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk membuat sebuah perangkat lunak untuk drone.

Program kontroversial disebut 'Proyek Maven' itu menerapkan program kecerdasan buatan untuk mesin dan menganalisis rekaman drone yang akan dikirimkan ke Pentagon. Program tersebut juga bisa mendeteksi objek asing dan melacak gerakan.

Meski juru bicara Google mengatakan bahwa program ini dibuat bukan untuk tujuan yang menyimpang, namun para karyawan berpendapat lain.

Berdasarkan surat petisi ditandatangani oleh 4.000 karyawan Google, sebagaimana dikutip dari arstechnica, Rabu (16/5), teknologi dibangun untuk militer dan jika berhasil, maka hal itu bisa digunakan untuk tugas-tugas mematikan.

"Kami harap Google tidak bekerja sama dengan bisnis untuk berperang," tulis para karyawan Google dalam petisi tersebut.

Rupanya bukan hanya karyawan Google yang menentang proyek ini, Komite Internasional untuk Kontrol Senjata Robotika juga menyuarakan protes serupa. Bahkan, lebih dari 200 peneliti menandatangani petisi untuk menolak proyek yang didukung kecerdasan buatan itu. [ian]

Topik berita Terkait:
  1. Google
  2. Militer
  3. Amerika Serikat
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini