Toko suvenir Gedung Putih terancam bangkrut

Jumat, 11 Oktober 2013 21:04 Reporter : Pandasurya Wijaya
Gedung Putih. ©2012 Ubergizmo

Merdeka.com - Penutupan sebagian kantor pemerintah Amerika Serikat akibat masalah Rancangan Anggaran Belanja Negara yang belum disetujui Kongres membuat toko suvenir di Gedung Putih terancam bangkrut.

Penutupan yang telah berlangsung hampir dua pekan itu turut mempengaruhi pemasukan toko yang biasa disinggahi turis ketika mengunjungi Gedung Putih, seperti dilansir surat kabar the Washington Times, Jumat (11/10).

Toko cinderamata yang telah beroperasi sejak 1946 itu merupakan toko resmi yang selama ini menjual suvenir Gedung Putih.

Toko yang dikelola lembaga nirlaba yang membantu anggota Secret Service (pasukan pengamanan presiden) dan keluarganya itu tidak termasuk bagian dari lembaga pemerintah. Toko itu memiliki aset sebesar puluhan ribu dolar, kebanyakan perhiasan bagi perayaan Natal, pernak-pernik seperti magnet berharga beberapa dolar.

Namun sebetulnya toko itu sudah mengajukan surat permohonan bangkrut pada Juni lalu. Belum diketahui apa alasan toko itu. Disinyalir toko itu mengalami masalah pajak.

Wendell Webster, pihak yang ditunjuk mewakili kasus ini di pengadilan mengatakan dia akan menjual semua aset toko yang masih tersisa. [fas]

Topik berita Terkait:
  1. Amerika Serikat
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.