Tiga negara ini tambah hulu ledak nuklir saat AS dan Rusia mengurangi

Rabu, 20 Juni 2018 07:06 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Tiga negara ini tambah hulu ledak nuklir saat AS dan Rusia mengurangi Bom nuklir terbesar Soviet. ©2015 REUTERS/Maxim Zmeyev

Merdeka.com - Senjata nuklir menjadi salah satu andalan untuk melindungi negara dari serangan musuh. Namun untuk tahun ini, Amerika Serikat dan Rusia justru mengurangi hulu ledak nuklir mereka dibandingkan pada 2017.

Berkurangnya jumlah hulu ledak nuklir menjadi imbas dari berkurangnya kekuatan nuklir antara AS dan Rusia. Kedua negara ini dikenal sebagai negara dengan jumlah nuklir terbanyak dari negara lainnya. Selama AS dan Rusia mengurangi jumlah nuklirnya, keduanya tetap membuat program jangka panjang untuk menggantikan dan memodernisasi hulu ledak nuklir, rudal dan sistem peluncuran pesawat, dan fasilitas pembuatan senjata nuklir milik mereka.

Ada sembilan negara yang memiliki nuklir terbanyak di dunia, antara lain Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis, China, India, Pakistan, Israel, dan Republik Demokrasi Rakyat Korea (Korea Utara). Kesembilan negara tersebut saat ini memiliki sekitar 14.445 hulu ledak nuklir. Jumlah tersebut mengalami penurunan dari sekitar 14.935 senjata nuklir pada 2017.

Meskipun AS dan Rusia memilih mengurangi hulu ledak nuklir dengan alasan ingin memodernisasi, tapi ada tiga negara yang malah memilih memodernisasi dan menambah jumlah hulu ledak nuklir terlebih dahulu. Seperti dikutip dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), berikut negara-negara yang menambah hulu ledak nuklirnya:

2 dari 4 halaman

China

tiga negara ini tambah hulu ledak nuklir saat as dan rusia mengurangiNuklir China. ©Huffington Post

Berbeda dengan negara lainnya, China malah menambah hulu ledak nuklir mereka. Saat ini China memiliki 280 nuklir untuk melindungi negaranya. Jumlah tersebut bertambah dibandingkan tahun 2017, yang memiliki 270 nuklir. China terus memodernisasi sistem peluncuran senjata nuklirnya dan perlahan-lahan meningkatkan ukuran persenjataan nuklirnya.

Menurut SIPRI, China merupakan negara terbesar kedua di dunia yang paling banyak mengeluarkan uang pada bidang militer. Dana tersebut berjumlah USD 228 miliar atau setara dengan Rp 3,1 triliun.

3 dari 4 halaman

India

tiga negara ini tambah hulu ledak nuklir saat as dan rusia mengurangiNuklir India. ©brinknews

Mengikuti jejak China, India juga menambah hulu ledak nuklir mereka menjadi 130 sampai 140 buah. Jumlah tersebut bertambah dibandingkan tahun 2017 yang hanya memiliki 120 sampai 130 hulu ledak nuklir.

4 dari 4 halaman

Pakistan

tiga negara ini tambah hulu ledak nuklir saat as dan rusia mengurangiNuklir Pakistan. ©The National Interest

Pakistan juga terus menambah hulu ledak nuklir mereka menjadi 140 sampai 150 buah. Jumlah tersebut bertambah dari sebelumnya 130 sampai 140 buah pada 2017. India dan Pakistan memang sedang memperluas stok senjata nuklir mereka serta mengembangkan sistem peluncuran rudal darat, laut, dan udara yang baru. [noe]

Baca juga:
Di tangan siapa tombol nuklir Korea Utara ketika Kim Jong-un di Singapura?
CIA sebut Korut tidak mau hancurkan senjata nuklirnya dalam waktu dekat
Momen penghancuran fasilitas uji coba nuklir Korea Utara dari dekat
Kandasnya rencana pertemuan bersejarah Trump dan Kim Jong-un
Disaksikan wartawan asing, Korut hancurkan lokasi uji coba nuklir

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Nuklir
  3. China
  4. India
  5. Pakistan
  6. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini