Tiga Ledakan di Kabul, Satu Tewas dan 17 Terluka

Minggu, 2 Juni 2019 22:06 Reporter : Hari Ariyanti
Tiga Ledakan di Kabul, Satu Tewas dan 17 Terluka Bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Tiga ledakan terjadi di ibu kota Afghanistan, termasuk bom magnet yang terhubung ke sebuah bus yang membawa para mahasiswa dan menewaskan satu orang. Ledakan bus tersebut juga melukai 10 orang.

Dua bom pinggir jalan yang diledakkan 20 menit kemudian, melukai sekitar tujuh orang, termasuk lima orang pasukan keamanan di kawasan permukiman yang sama di Kabul barat.

"Totalnya, satu warga sipil menjadi korban dan 17 lainnya, termasuk wartawan lokal dan lima tentara Afghan, sedikit terluka," kata Juru Bicara Menteri Dalam Negeri, Nasrat Rahimi, dilansir dari Aljazeera, Minggu (2/6).

Sejumlah rumah dan toko di sekitar lokasi ledakan rusak. Pasukan keamanan kemudian menutup seluruh jalan menuju kawasan tersebut.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Wahidullah Mayar menyampaikan, sedikitnya empat perempuan terluka dalam ledakan bus dan telah dibawa ke rumah sakit.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas tiga ledakan tersebut. Baik Taliban dan ISIS kerap melancarkan serangan reguler di kota tersebut.

Kekerasan Berlanjut

Delapan anggota polisi Afghanistan juga tewas pada Sabtu lalu dan tujuh lainnya terluka dalam serangan bunuh diri Taliban di timur kota Ghazni. Demikian disampaikan Juru Bicara Kepolisian setempat, Ahmad Khan Seera kepada AFP.

Kendati Taliban dan Amerika Serikat tengah memulai tahap baru pembicaraan damai di Doha bulan ini, kekerasan di wilayah Afghanistan terus berlanjut, dengan warga sipil yang kerap harus menanggung akibatnya.

Pada Jumat, mobil bom seorang Taliban menewaskan sedikitnya empat warga sipil Afghanistan dan melukai empat tentara AS dalam sebuah serangan saat tentara AS melakukan konvoi di Kabul.

Sehari sebelumnya, sedikitnya enam orang tewas dan 16 lainnya terluka dalam ledakan bunuh diri yang diklaim ISIS di luar akademi militer di ibu kota tersebut.

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani mengusulkan gencatan senjata nasional pada awal Ramadan bulan lalu, namun Taliban menolak tawaran tersebut.

Tahun lalu, Taliban mencermati upaya gencatan senjata selama tiga hari saat Idulfitri dan banyak warga Afghanistan - yang kelelahan akibat perang dan kekerasan selama puluhan tahun - berharap ada gencatan senjata tahun ini.

Pimpinan Taliban, Haibatullah Akhunzada mengatakan pada Sabtu tidak akan ada 'air dingin' yang dituangkan dalam upaya militer kelompok itu. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Bom Bunuh Diri
  2. Afghanistan
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini