Thailand dan Filipina Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac

Selasa, 23 Februari 2021 12:20 Reporter : Hari Ariyanti
Thailand dan Filipina Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac ©2020 REUTERS/Kham

Merdeka.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan Thailand (FDA) kemarin memberikan persetujuan atau otorisasi penggunaan darurat vaksin Covid-19 Sinovac Biotech, membuka jalan bagi vaksinasi pertama di negara tersebut.

Persetujuan diberikan saat negara tetangganya, Filipina juga memberi lampu hijau pada vaksin Sinovac untuk penggunaan darurat.

Persetujuan yang diberikan pemerintah Thailand diberikan hanya beberapa hari sebelum menerima 200.000 dosis pertama dari 2 juta dosis vaksin CoronaVac Sinovac, gelombang pertama vaksin Covid-19 yang akan diberikan kepada para petugas kesehatan.

“FDA telah mendaftarkan vaksin Covid-19 Sinovac untuk penggunaan darurat bersyarat, efektif pada 22 Februari,” jelas Wakil Sekjen FDA, Surachok Tangwiwat, dikutip dari South China Morning Post, Selasa (23/2).

Pemerintah Thailand telah memesan 26 juta dosis vaksin dari AstraZeneca, dan memesan 35 juta dosis lagi dari perusahaan itu.

Astrazeneca telah memberi otorisasi kepada sebuah perusahaan Thailand untuk memproduksi vaksin tersebut dan akan digunakan untuk kampanye vaksinasi massal negara itu mulai Juni.

Pada Senin, Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengatakan dia secara pribadi akan menerima vaksin Sinovac setelah vaksin tersebut tiba. Walaupun otoritas kesehatan Thailand membatasi penggunaannya untuk warga berusia di bawah 60 tahun, Prayuth yang saat ini berusia 66 tahun mengatakan siap divaksin.

Thailand mencatat 25.504 kasus virus corona, dengan 89 kasus kematian.

Sementara itu di Filipina, Menteri Kesehatan Francisco Duque mengatakan Sinovac telah meminta tiga hingga lima hari untuk menyiapkan pengiriman ke Filipina.

Filipina yang cukup dekat dengan China di bawah pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte akan mendapat 25 juta dosis vaksin dari Sinovac tahun ini untuk menyuntik sebanyak 70 persen dari populasinya tahun ini.

Suntikan pertama Sinovac kemungkinan akan diberikan kepada para tentara dan pekerja garda depan non-medis seperti karyawan supermarket. Demikian disampaikan juru bicara presiden, Harry Roque dalam konferensi pers terpisah. Roque mengatakan, Presiden Duterte hanya mengizinkan kelas tatap muka di sekolah setelah vaksin diluncurkan.

Baca Selanjutnya: Maskapai Air New Zealand uji...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini